Harga TBS Sawit Mulai Pulih, Kementan Klaim Mayoritas Perusahaan Sudah Sesuaikan Harga Pembelian

Harga TBS Sawit Mulai Pulih, Kementan Klaim Mayoritas Perusahaan Sudah Sesuaikan Harga Pembelian

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah daerah mulai menunjukkan tren pemulihan. Pemerintah mengklaim mayoritas perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit (PKS) telah melakukan penyesuaian harga pembelian TBS sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam upaya pemerintah merespons keluhan petani sawit terkait fluktuasi harga TBS yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Kementan menegaskan, pemantauan terhadap pelaksanaan harga TBS terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di sektor perkebunan.

Sejumlah wilayah sentra perkebunan sawit dilaporkan mengalami kenaikan harga TBS secara bertahap, seiring membaiknya harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar global dan meningkatnya kepatuhan perusahaan terhadap penetapan harga pembelian yang direkomendasikan pemerintah daerah. Namun demikian, pemerintah mengakui masih terdapat sejumlah daerah yang memerlukan pengawasan lebih intensif.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dalam keterangannya menyampaikan bahwa mayoritas perusahaan telah menyesuaikan harga pembelian TBS petani, khususnya untuk kebun plasma dan sebagian kebun swadaya.

“Hasil pemantauan kami menunjukkan sebagian besar perusahaan sudah melakukan penyesuaian harga pembelian TBS sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah terus melakukan evaluasi dan pengawasan agar petani memperoleh harga yang lebih adil,” demikian keterangan resmi Kementan.

Kementan juga mengimbau seluruh perusahaan kelapa sawit untuk menjaga transparansi dalam penetapan harga, termasuk potongan kualitas dan rendemen, sehingga tidak merugikan petani. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas industri sawit nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Baca Juga :  107 Peserta Ikuti C.FTAX Perdana, FERADI WPI Cetak Ahli Hukum Pajak Berbasis Kepedulian Sosial

Di sisi lain, sejumlah organisasi petani sawit berharap pemulihan harga TBS dapat berlangsung secara berkelanjutan. Mereka meminta pemerintah memperkuat pengawasan terhadap praktik pembelian yang diduga tidak sesuai ketentuan, termasuk dugaan kartel dan monopsoni di beberapa wilayah yang saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh lembaga terkait.

Para pelaku industri memperkirakan tren perbaikan harga TBS akan terus berlanjut apabila harga CPO dunia tetap stabil serta permintaan ekspor mengalami peningkatan pada semester kedua tahun 2026. Pemerintah pun menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan industri dan kesejahteraan jutaan petani sawit di Indonesia. (Red/ig)

Admin

Tinggalkan Balasan