Kapolres Kapuas dan Murung Raya Berganti, Polda Kalteng Lakukan Penyegaran Organisasi

Kapolres Kapuas dan Murung Raya Berganti, Polda Kalteng Lakukan Penyegaran Organisasi

PALANGKA RAYA – Kepolisian Republik Indonesia kembali melakukan rotasi dan mutasi jabatan di lingkungan Polri. Di jajaran Polda Kalimantan Tengah, sejumlah pejabat utama dan kapolres mengalami pergantian sebagai bagian dari penyegaran organisasi serta pembinaan karier personel.

Pergantian tersebut mencakup jabatan Kapolres Kapuas dan Kapolres Murung Raya. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan pada 25 Juni 2026, jabatan Kapolres Kapuas kini diemban oleh AKBP Rina Perwitasari, sementara jabatan Kapolres Murung Raya dipercayakan kepada AKBP Agung Gima Sunarya.

Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol Budi Rachmat, membenarkan adanya pergantian tersebut. Menurutnya, mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri yang bertujuan meningkatkan profesionalisme serta efektivitas pelayanan kepada masyarakat.

“Mutasi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk penyegaran sekaligus pembinaan karier personel,” ujar Kombes Pol Budi Rachmat.

AKBP Rina Perwitasari sebelumnya menjabat sebagai Wakapolres Kuningan, Polda Jawa Barat. Perwira polisi wanita tersebut diketahui memiliki pengalaman di bidang reserse dan pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, termasuk Kasat Reskrim Polresta Cirebon dan Kapolsek Andir Polrestabes Bandung.

Baca Juga :  FERADI WPI Lantik Pengurus DPC Jakarta Timur dan Kota Bogor Periode 2026–2031

Sementara itu, AKBP Agung Gima Sunarya sebelumnya bertugas sebagai Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepulauan Riau. Dalam perjalanan kariernya, ia juga pernah menjabat Wakapolres Tanjungpinang dan Wakapolres Karimun sebelum dipercaya memimpin Polres Murung Raya.

Selain pergantian di Polres Kapuas dan Murung Raya, mutasi juga menyasar sejumlah pejabat utama Polda Kalteng dan beberapa kapolres lainnya, sebagai upaya memperkuat pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah Kalimantan Tengah.

Kombes Pol Budi Rachmat berharap para pejabat baru dapat segera beradaptasi dengan karakteristik wilayah tugas masing-masing, serta melanjutkan berbagai program yang telah berjalan guna meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Secara nasional, mutasi yang dilakukan Polri kali ini mencakup sebanyak 1.121 personel, termasuk 190 pejabat yang menduduki jabatan strategis sebagai kapolres, kapolresta, hingga kapolrestro di berbagai daerah di Indonesia. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat soliditas organisasi sekaligus meningkatkan kinerja kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Redaksi: Kaltengnews.id

Admin

Tinggalkan Balasan