APKASINDO Bawa Aspirasi Petani Sawit Indonesia ke Forum Dunia

APKASINDO Bawa Aspirasi Petani Sawit Indonesia ke Forum Dunia

JAKARTA – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) kembali menegaskan eksistensinya sebagai representasi petani sawit nasional dengan membawa suara dan kepentingan jutaan pekebun sawit Indonesia ke forum internasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari diplomasi sawit Indonesia untuk memperkuat pengakuan dunia terhadap peran strategis petani sawit dalam pembangunan ekonomi, ketahanan energi, dan keberlanjutan global.

Dalam forum internasional yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan industri sawit dunia tersebut, APKASINDO menegaskan bahwa petani sawit Indonesia tidak hanya berperan sebagai produsen bahan baku, tetapi juga merupakan tulang punggung ekonomi pedesaan serta aktor penting dalam mendukung agenda energi terbarukan dunia melalui pengembangan biofuel berbasis sawit.

Ketua Umum DPP APKASINDO, Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, MP, dalam berbagai kesempatan internasional menegaskan bahwa petani sawit Indonesia harus ditempatkan sebagai bagian dari solusi global, bukan sekadar objek dalam perdagangan komoditas internasional.

“Petani sawit Indonesia adalah pahlawan ekonomi, pahlawan energi terbarukan, pahlawan kesejahteraan rakyat, dan juga pahlawan pembangunan dunia. Sudah saatnya dunia melihat sawit secara objektif berdasarkan fakta dan sains,” ujar Gulat dalam penyampaian materi forum internasional tersebut.

Menurutnya, Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia memiliki jutaan petani yang menggantungkan kehidupan pada sektor perkebunan sawit. Oleh karena itu, setiap kebijakan global terkait sawit harus mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan keberlanjutan yang selama ini telah dijalankan oleh petani Indonesia.

Dalam presentasinya, APKASINDO juga menampilkan berbagai capaian petani sawit Indonesia, mulai dari kontribusi terhadap penerimaan negara, penyerapan tenaga kerja, hingga dukungan terhadap program energi baru terbarukan melalui kebijakan mandatori biodiesel yang dijalankan pemerintah Indonesia. Selain itu, organisasi petani sawit terbesar di Indonesia tersebut menyoroti pentingnya perlindungan terhadap petani kecil (smallholders) dalam menghadapi berbagai tantangan perdagangan internasional dan kampanye negatif terhadap komoditas sawit.

Baca Juga :  Empat Kandidat Bersaing Rebut Kursi Ketua Umum HIPMI 2026–2029

APKASINDO menilai bahwa sawit Indonesia telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung target pengurangan emisi karbon melalui pengembangan energi hijau berbasis biodiesel. Di sisi lain, sektor sawit juga menjadi sumber penghidupan bagi jutaan keluarga petani yang tersebar di berbagai daerah penghasil sawit di Indonesia.

“Yang kami perjuangkan bukan hanya komoditas sawit, tetapi keberlangsungan hidup petani dan keluarganya. Karena itu, petani sawit Indonesia harus mendapat ruang yang setara dalam setiap pembahasan kebijakan global,” tegas Gulat.

Sebagai organisasi profesi yang dibentuk sejak tahun 2000, APKASINDO saat ini telah memiliki jaringan di puluhan provinsi dan ratusan kabupaten sentra sawit di Indonesia. Organisasi ini aktif melakukan advokasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani, pendampingan hukum, program peremajaan sawit rakyat (PSR), serta penguatan kelembagaan ekonomi petani sawit.

Partisipasi APKASINDO di forum internasional tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi tawar Indonesia dalam diplomasi sawit global sekaligus membuka peluang kerja sama baru di bidang perdagangan, investasi, teknologi, dan keberlanjutan. Langkah ini juga menjadi bukti bahwa petani sawit Indonesia tidak lagi hanya menjadi penonton, melainkan telah menjadi bagian penting dalam percaturan ekonomi dan energi dunia. (ig)

Admin

Tinggalkan Balasan