Tragedi Tambang Gunung Mas: Banjir Bandang Diduga Picu Kecelakaan Kerja, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

GUNUNG MAS, Kaltengnews.id – Aktivitas pertambangan emas di wilayah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dilaporkan terganggu setelah banjir bandang menerjang kawasan tambang dan menyebabkan kecelakaan kerja yang berdampak pada sejumlah pekerja, Sabtu (13/6/2026).
Informasi awal yang beredar menyebutkan banjir datang secara tiba-tiba setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan hulu dan daerah sekitar lokasi pertambangan. Debit air yang meningkat dalam waktu singkat membawa material lumpur, batu, serta batang kayu ke area operasional tambang.
Akibat peristiwa tersebut, sejumlah pekerja dilaporkan terdampak. Tim gabungan dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat dikerahkan untuk melakukan pencarian serta evakuasi di lokasi kejadian.
Sumber yang berada di sekitar lokasi menyebut arus banjir datang tanpa tanda-tanda yang cukup untuk memberikan waktu evakuasi bagi para pekerja.
“Air datang sangat cepat dari arah hulu. Dalam hitungan menit area kerja sudah dipenuhi arus dan material lumpur,” ujar salah seorang warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Selain mengancam keselamatan pekerja, banjir juga dilaporkan merusak sejumlah fasilitas operasional dan mengganggu aktivitas pertambangan. Beberapa alat berat terlihat terendam lumpur dan material banjir, sementara akses menuju lokasi sempat mengalami hambatan akibat kondisi medan yang sulit dilalui.
Hingga Sabtu malam, petugas masih melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi terdampak paling parah. Otoritas setempat belum merilis data resmi terkait jumlah korban maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut.
Pihak berwenang juga masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Dugaan sementara mengarah pada faktor cuaca ekstrem dan banjir bandang yang terjadi secara mendadak, namun penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat tingginya risiko operasional di sektor pertambangan yang berada di kawasan rawan bencana hidrometeorologi. Sejumlah insiden serupa di berbagai daerah sebelumnya menunjukkan bahwa longsor maupun banjir bandang kerap menjadi ancaman serius bagi keselamatan pekerja tambang.
Pemerintah daerah mengimbau seluruh perusahaan dan pelaku usaha pertambangan untuk meningkatkan kewaspadaan, memperkuat sistem mitigasi bencana, serta memastikan standar keselamatan kerja diterapkan secara optimal, terutama saat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Redaksi Kaltengnews.id masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari pihak perusahaan, aparat penegak hukum, BPBD, maupun instansi terkait lainnya. Berita ini akan diperbarui seiring perkembangan informasi di lapangan.
Editor: Redaksi Kaltengnews.id
Reporter: Tim Kaltengnews.id






