Sadewaev : Karhutla Terus Berulang, Sampai Kapan Kalimantan Menghirup Asap?

Sadewaev : Karhutla Terus Berulang, Sampai Kapan Kalimantan Menghirup Asap?

Sadewaev –Sabtu, 24, Oktober,2026.

KALIMANTAN TENGAH — Sebagai jurnalis sekaligus masyarakat yang sejak kecil hidup di Kalimantan Tengah, saya mempertanyakan mengapa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus berulang setiap musim kemarau. Puluhan tahun berlalu, tetapi kabut asap masih menjadi ancaman bagi kesehatan dan kehidupan masyarakat.

Apakah karhutla akan terus dianggap sebagai bencana tahunan tanpa penyelesaian yang tuntas?

Pemerintah pusat dan daerah harus berani mengevaluasi kebijakan pencegahan, memperkuat pengawasan, serta menindak tegas pihak yang terbukti melanggar hukum. Jangan hanya bergerak ketika api membesar. Pencegahan harus menjadi prioritas, bukan sekadar pemadaman dan penanganan darurat.

Pernyataan Masa Lalu, Menjadi Tuntutan Hari Ini.

Dalam dokumentasi

“unggahan Facebook bertanggal 13 Oktober 2015 yang menampilkan akun Prabowo Subianto.”

Prabowo Subianto pernah mengusulkan, 

“agar bencana kabut asap di Indonesia ditetapkan sebagai bencana nasional.”

Pernyataan tersebut tertuang dalam, 

“unggahan akun media sosial Facebook Prabowo Subianto pada 13 Oktober 2015.”

Unggahan tersebut juga menyoroti, 

“Pemanfaatan teknologi satelit untuk mendeteksi titik api dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan.”

Pernyataan itu layak menjadi bahan refleksi. Kini, Semua masyarakat membutuhkan jawaban konkret. Sejauh mana pencegahan dilakukan, ? bagaimana penegakan hukum dijalankan,? dan apa hasil nyata yang dirasakan rakyat?

Baca Juga :  Empat Bakal Calon Lolos Verifikasi Administrasi Pemilihan Rektor UPR 2026–2030

Jangan biarkan komitmen berhenti sebagai pernyataan, sementara masyarakat terus menghirup asap yang sama.

Kalimantan Bukan Anak Tiri!

Kalimantan bukan sekadar wilayah yang kaya sumber daya alam. Ini adalah rumah bagi masyarakat, Dan juta’an Makhluk hidup. yang berhak atas udara bersih dan lingkungan yang sehat.

Saya mengajak masyarakat Kalimantan, khususnya Kalimantan Tengah, serta seluruh rakyat Indonesia untuk menyuarakan persoalan ini secara terbuka dan bertanggung jawab.

Pemerintah harus memastikan bahwa keselamatan masyarakat Kalimantan menjadi bagian penting dari prioritas nasional.

Doa dan kritik saja tidak cukup tanpa tindakan nyata. Pemerintah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan masyarakat harus mengambil peran untuk mencegah karhutla serta menjaga lingkungan.

Saya berharap Allah SWT memberikan kebijaksanaan dan kejernihan pikiran kepada seluruh pejabat, baik di daerah maupun pusat, agar senantiasa mengutamakan kepentingan rakyat.

Sudah saatnya karhutla berhenti menjadi tradisi tahunan. Kalimantan membutuhkan solusi nyata, bukan sekadar janji. Jangan wariskan kabut asap kepada generasi mendatang.

(Red3//Sadewaev)

Sadewaev

https://wa.me/6282151085635

Tinggalkan Balasan