Empat Bakal Calon Lolos Verifikasi Administrasi Pemilihan Rektor UPR 2026–2030

Palangka Raya, Kaltengnews.id – Tahapan Pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030 memasuki fase penting. Dari delapan bakal calon yang telah mendaftarkan diri, sebanyak empat orang dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi dan berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya dalam proses pemilihan rektor.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor UPR, Prof. Joni Bungai, menyampaikan bahwa hasil verifikasi administrasi telah ditetapkan sesuai mekanisme yang berlaku. Proses tersebut dilakukan melalui pemeriksaan dokumen dan persyaratan yang telah diajukan para bakal calon.
Empat bakal calon yang dinyatakan lolos verifikasi administrasi yakni Prof. Bhayu Rhama, ST, MBA, PhD yang saat ini menjabat Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Dr. Thea Farina Embang, SH, MKn selaku Dekan Fakultas Hukum, Dr. Natalina Asi, MA yang menjabat Wakil Rektor I Bidang Akademik, serta Prof. Dr. Liswara Neneng, SPd, MSi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
Sementara itu, empat bakal calon lainnya dinyatakan tidak memenuhi persyaratan administrasi sehingga tidak dapat melanjutkan proses seleksi. Mereka adalah Dr. Ir. Deddy NSP Tanggara, ST, MT, Prof. Dr. Ir. Uras Tantulo, MSc, Dr. Natalia Sri Martani, MSi, serta Dr. Tari Budayanti Usop, ST, MT.
Ketua Senat UPR, Prof. Petrus Poerwadi, membenarkan hasil verifikasi administrasi tersebut. Menurutnya, penetapan dilakukan melalui rapat senat yang digelar sesuai ketentuan dan menghasilkan keputusan bahwa empat nama tersebut memenuhi syarat untuk mengikuti tahapan lanjutan pemilihan rektor.
Sebelumnya, proses pendaftaran bakal calon rektor UPR periode 2026–2030 ditutup dengan total delapan pendaftar yang berasal dari berbagai fakultas di lingkungan kampus terbesar di Kalimantan Tengah tersebut. Tahapan berikutnya akan mengerucut pada proses verifikasi faktual, penyampaian visi dan misi, serta seleksi lanjutan hingga penetapan rektor terpilih.
Pemilihan Rektor UPR periode 2026–2030 menjadi perhatian sivitas akademika karena figur yang terpilih nantinya akan menentukan arah kebijakan strategis universitas dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan riset, serta pengembangan kerja sama nasional maupun internasional.
Dengan tersisanya empat kandidat, persaingan menuju kursi pimpinan UPR diperkirakan semakin kompetitif. Masing-masing calon diharapkan mampu menawarkan gagasan dan program terbaik guna mendorong kemajuan Universitas Palangka Raya sebagai perguruan tinggi negeri terbesar di Kalimantan Tengah.
(Red)






