Ketum FERADI WPI Bagikan Kesaksian Rohani, Mazmur 91:7-9 Jadi Penguatan Hadapi Berbagai Tekanan

Ketum FERADI WPI Bagikan Kesaksian Rohani, Mazmur 91:7-9 Jadi Penguatan Hadapi Berbagai Tekanan

 

SEMARANG – Ketua Umum Forum Era Adil Warung Paralegal Indonesia (FERADI WPI), Adv. Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.MD., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., membagikan kesaksian rohani yang dialaminya pada Rabu (22/7/2026) dini hari. Menurutnya, firman Tuhan dalam Mazmur 91:7-9 menjadi penguatan di tengah berbagai tekanan dan tantangan yang sedang dihadapi, baik secara pribadi maupun dalam menjalankan tanggung jawab memimpin organisasi.

Donny Andretti mengisahkan, sekitar pukul 05.00 WIB dirinya terbangun dari tidur setelah mengalami sebuah mimpi yang menimbulkan rasa takut dan kegentaran. Meski tidak mengingat secara utuh isi mimpi tersebut, ia merasakan bahwa pengalaman itu berkaitan dengan berbagai persoalan hukum yang tengah dihadapi dan diperjuangkan FERADI WPI, termasuk pendampingan hukum terhadap salah seorang pengurus organisasi.

Dalam kondisi tersebut, kata Donny, hatinya langsung tertuju kepada Tuhan. Secara spontan, sebuah firman Tuhan muncul kuat dalam pikirannya, yakni Mazmur 91:7.

 “Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.”

Merasa firman tersebut memiliki makna yang mendalam, ia kemudian membuka Alkitab dan melanjutkan pembacaan hingga Mazmur 91:7-9. Baginya, rangkaian ayat tersebut menjadi jawaban sekaligus penghiburan atas berbagai kegentaran yang sedang dirasakan.

Menurut Donny, pesan firman Tuhan tersebut tidak hanya menjadi penguatan bagi dirinya secara pribadi, tetapi juga bagi seluruh keluarga besar FERADI WPI. Sebagai Ketua Umum, ia memandang setiap tantangan yang dihadapi organisasi harus dijalani dengan iman, keteguhan hati, dan keyakinan bahwa Tuhan tetap memberikan perlindungan kepada setiap orang yang berharap kepada-Nya.

Baca Juga :  Timotius Mahar: HUT Bhayangkara ke-80 Jadi Momentum Memperkuat Sinergi Polri dan Petani Sawit

Ia menegaskan bahwa keamanan dan keselamatan seseorang tidak ditentukan oleh kekuatan manusia, jabatan, relasi, maupun harta, melainkan oleh iman kepada Tuhan sebagai tempat perlindungan.

 “Kita akan aman bukan karena kenalan kita, bukan karena jabatan kita, bukan karena uang kita, tetapi karena hati kita menjadikan Tuhan sebagai tempat perlindungan dan tempat persembunyian kita,” ujar Donny.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pembalasan terhadap setiap bentuk ketidakadilan merupakan hak Tuhan. Karena itu, umat percaya diajak untuk tetap hidup benar, menjaga integritas, dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.

Melalui kesaksian tersebut, Donny berharap seluruh pengurus, anggota FERADI WPI, serta masyarakat yang sedang menghadapi persoalan hidup memperoleh kekuatan dan pengharapan.

“Apa pun yang sedang menggentarkan hidup Saudara hari ini, percayalah kepada Tuhan. Dia adalah tempat perlindungan kita,” pesannya.

Di akhir penyampaiannya, Ketua Umum FERADI WPI mengajak seluruh keluarga besar organisasi untuk terus berpegang teguh pada janji Tuhan dalam Mazmur 91 serta tetap menjaga semangat persaudaraan, kebersamaan, dan pelayanan kepada masyarakat.

“FERADI WPI Jaya… Jaya… Jaya!” tegasnya. (Red/ig)

Admin

Tinggalkan Balasan