BPBD Palangka Raya Akui Kekurangan Personel dan Sumber Air untuk Padamkan Karhutla

BPBD Palangka Raya Akui Kekurangan Personel dan Sumber Air untuk Padamkan Karhutla

 

PALANGKA RAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mengakui masih menghadapi kendala serius dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain keterbatasan personel di lapangan, minimnya sumber air di sejumlah lokasi kebakaran menjadi hambatan utama dalam proses pemadaman.

Kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya titik api di beberapa wilayah Kota Palangka Raya, terutama di kawasan lahan gambut yang sulit dijangkau. Asap tebal yang ditimbulkan juga mulai berdampak pada kualitas udara dan aktivitas masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya menyampaikan, pihaknya terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia dengan melibatkan tim gabungan, termasuk TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, serta masyarakat peduli api. Namun, luasnya area terdampak membuat kebutuhan personel dan dukungan logistik semakin meningkat.

Upaya pemadaman juga terkendala oleh terbatasnya titik pengambilan air. Di sejumlah lokasi, petugas harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mendapatkan pasokan air sehingga proses pemadaman berlangsung lebih lambat dibandingkan perkembangan api.

Baca Juga :  Hasil Tes DNA Gegerkan Palangka Raya, Ayah Lapor Polisi Setelah Status Anak Dipertanyakan

Selain melakukan pemadaman, BPBD terus meningkatkan patroli darat, pemantauan titik panas, serta mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum api meluas.

“Keterbatasan personel dan sumber air memang menjadi tantangan di lapangan. Meski demikian, kami terus berupaya semaksimal mungkin bersama seluruh unsur terkait agar kebakaran dapat segera dikendalikan,” ujar perwakilan BPBD Kota Palangka Raya.

Pemerintah daerah berharap dukungan seluruh elemen masyarakat dalam mencegah terjadinya karhutla. Partisipasi aktif warga dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat penanganan sekaligus meminimalkan dampak kabut asap terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Redaksi 2