Empat Kandidat Bersaing Rebut Kursi Ketua Umum HIPMI 2026–2029

Jakarta, Kaltengnews.id – Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menjadi momentum penting bagi organisasi pengusaha muda terbesar di Indonesia untuk menentukan kepemimpinan baru periode 2026–2029. Sebanyak empat kader HIPMI resmi maju sebagai calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI dan akan bersaing memperebutkan posisi tertinggi di organisasi tersebut.
Berdasarkan hasil pengundian nomor urut yang telah ditetapkan Steering Committee Munas XVIII HIPMI, empat kandidat yang bertarung adalah Reynaldo Bryan Tampang Allo, Ade Jona Prasetyo, Afifuddin Suhaeli Kalla, dan Anthony Leong. Keempatnya berasal dari latar belakang dunia usaha yang berbeda serta memiliki pengalaman panjang dalam kepengurusan HIPMI.
Pemilihan Ketua Umum BPP HIPMI kali ini menjadi sorotan karena berlangsung di tengah tantangan ekonomi global yang masih dinamis. Organisasi tersebut diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang dapat memperkuat peran pengusaha muda dalam mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.
Reynaldo Bryan Usung Semangat Pengusaha Daerah
Calon nomor urut satu, Reynaldo Bryan Tampang Allo, saat ini menjabat sebagai Bendahara Umum BPP HIPMI. Pengusaha muda asal Papua itu dikenal aktif mendorong pemerataan kesempatan berusaha bagi pelaku usaha di daerah, khususnya kawasan Indonesia Timur.
Dalam berbagai kesempatan, Reynaldo menekankan pentingnya memperluas akses pembiayaan, akses pasar, serta peningkatan kapasitas usaha bagi pengusaha muda dan UMKM di luar Pulau Jawa. Ia juga menilai peningkatan jumlah wirausaha muda menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah.
Ade Jona Bawa Pengalaman Politik dan Organisasi
Nomor urut dua ditempati Ade Jona Prasetyo. Selain dikenal sebagai pengusaha muda, Ade Jona juga merupakan anggota DPR RI periode 2024–2029 dan Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Utara.
Di lingkungan HIPMI, Ade Jona memiliki rekam jejak organisasi yang cukup panjang. Ia pernah menjabat Ketua Umum HIPMI Sumatera Utara dan kini menjadi Ketua Dewan Pembina HIPMI Sumatera Utara. Dalam pencalonannya, Ade Jona mengusung semangat membangun HIPMI yang lebih kuat, inovatif, berintegritas, dan mampu mencetak pengusaha muda berdaya saing global.
Afifuddin Kalla Fokus pada Penguatan Ekonomi Nasional
Sementara itu, calon nomor urut tiga, Afifuddin Suhaeli Kalla, merupakan pengusaha nasional yang saat ini menjabat Chief Financial Officer (CFO) PT Bukaka Teknik Utama. Ia juga aktif sebagai Ketua Bidang III ESDM, Lingkungan Hidup dan Kehutanan BPP HIPMI.
Afifuddin membawa visi menjadikan HIPMI sebagai mesin penggerak ekonomi nasional melalui pengusaha muda yang inovatif, kompetitif, dan berjiwa kebangsaan. Ia menilai HIPMI perlu memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam mendukung agenda hilirisasi industri, penguatan ekonomi nasional, dan penciptaan lapangan kerja.
Anthony Leong Andalkan Kolaborasi dan Transformasi Digital
Calon nomor urut empat, Anthony Leong, dikenal sebagai pengusaha, akademisi, sekaligus praktisi komunikasi digital. Saat ini ia menjabat Komisaris PLN Indonesia Power dan Ketua Bidang Sinergitas BUMN, Danantara, dan BUMD BPP HIPMI.
Anthony mengusung gagasan memperkuat kolaborasi antara pengusaha, pemerintah, BUMN, dan sektor swasta untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan latar belakang pendidikan komunikasi hingga jenjang doktoral, ia juga dikenal aktif mendorong pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi dan transformasi digital di kalangan pengusaha muda.
Penentuan Arah HIPMI Tiga Tahun ke Depan
Munas XVIII HIPMI tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga forum strategis untuk menentukan arah organisasi dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks. Ketua Umum terpilih nantinya diharapkan mampu memperkuat posisi HIPMI sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus wadah pengembangan pengusaha muda di seluruh Indonesia.
Dengan beragam latar belakang dan visi yang ditawarkan, persaingan empat kandidat tersebut diperkirakan akan menjadi perhatian kalangan dunia usaha. Hasil pemilihan nantinya akan menentukan figur yang dipercaya memimpin HIPMI dalam mengawal agenda penguatan kewirausahaan nasional hingga tahun 2029. (ig)






