752 Titik Karhutla Terjadi di Palangka Raya, Jekan Raya Terbanyak

752 Titik Karhutla Terjadi di Palangka Raya, Jekan Raya Terbanyak

PALANGKA RAYA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Hingga awal Oktober 2026, ratusan kejadian karhutla tercatat terjadi di sejumlah wilayah kecamatan.

 

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, jumlah kejadian karhutla terus mengalami peningkatan. Wilayah Jekan Raya tercatat sebagai salah satu kecamatan dengan kejadian karhutla terbanyak.

 

Sebelumnya, BPBD mencatat sebanyak 567 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 1.201,15 hektare sepanjang 1 Juni hingga 16 September 2026. Dari lima kecamatan yang terdampak, Jekan Raya menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak.

 

Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, mengatakan penanganan karhutla dilakukan secepat mungkin, terutama pada wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut.

 

“Penanganan kami lakukan secepat mungkin, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan lahan gambut yang memiliki potensi terbakar lebih besar dan sulit dipadamkan,” ujar Hendrikus.

 

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan. Lahan gambut yang terbakar dapat menyimpan bara di bawah permukaan sehingga membutuhkan penanganan lebih intensif.

Baca Juga :  MUD Soroti Karhutla Kotim, Robi Yansah Ajak Warga Jaga Hutan

 

BPBD bersama unsur TNI, Polri, organisasi perangkat daerah (OPD), relawan dan masyarakat terus melakukan pemadaman serta upaya pencegahan agar titik api tidak meluas.

 

Hendrikus sebelumnya juga menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab satu lembaga. Seluruh unsur terkait terus dilibatkan dalam operasi di lapangan.

 

“Jadi seberapa pun anggaran yang diperlukan untuk penanganan karhutla, Bapak Wali Kota sudah sediakan untuk kita semua,” tegasnya.

 

Selain pemadaman, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kepulan asap.

 

“Kalau masyarakat menemukan titik api, segera laporkan agar bisa segera ditanggulangi. Saat api masih kecil, proses pemadaman jauh lebih mudah,” pungkas Hendrikus.

 

Tingginya angka kejadian karhutla menjadi pengingat bahwa kewaspadaan masyarakat tetap diperlukan, terutama selama kondisi kemarau masih berlangsung.

(Red/Sadewaev)

 

Kaltengnews.id — Aktual, Cepat dan Terpercaya.

Sadewaev

https://wa.me/6282151085635