Veteran Kadar Usman Kenang Perjuangan TNI di Momentum Kemerdekaan

SAMPIT, KALTENGNEWS.ID – Semangat kemerdekaan masih begitu kuat dirasakan Kadar Usman, seorang veteran berpangkat Sersan Mayor yang hadir di kawasan Stadion 29 November Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (17/8/2026).
Mengenakan pakaian veteran lengkap, Kadar Usman datang untuk mengikuti momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Di usianya yang kini telah 83 tahun, ia tetap menunjukkan semangat dan kebanggaan sebagai bagian dari generasi yang pernah menjalani masa perjuangan bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Kehadiran Kadar menjadi perhatian di tengah rangkaian peringatan kemerdekaan di Sampit. Bagi dirinya, tanggal 17 Agustus bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengingat terhadap perjuangan dan pengorbanan para pendahulu dalam mempertahankan bangsa dan negara.
«“17 Agustus mengingatkan kita pada perjuangan,” tutur Kadar saat mengenang perjalanan dan pengabdiannya.»
Sebagai veteran, Kadar memiliki banyak pengalaman yang tidak dapat dilepaskan dari perjalanan sejarah TNI. Kenangan tersebut tetap melekat meskipun puluhan tahun telah berlalu.
Ia berharap nilai perjuangan yang pernah ditanamkan para pendahulu tidak hilang di tengah perkembangan zaman. Generasi muda, menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk meneruskan semangat tersebut melalui pengabdian sesuai bidang masing-masing.
Kadar juga mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini diperoleh melalui perjalanan panjang dan pengorbanan besar. Karena itu, generasi penerus diharapkan tidak sekadar menikmati hasil kemerdekaan, tetapi turut menjaga persatuan dan mengisi pembangunan.
Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi kesempatan untuk kembali mengenang jasa para pejuang dan veteran yang telah memberikan tenaga, pikiran, bahkan mempertaruhkan keselamatan demi mempertahankan kedaulatan bangsa.
Kehadiran Kadar Usman di Stadion 29 November Sampit pun menjadi gambaran bahwa semangat perjuangan tidak lekang oleh usia. Meski telah berusia lebih dari delapan dekade, ia tetap hadir membawa pesan tentang nasionalisme, pengabdian dan penghormatan terhadap sejarah perjuangan Indonesia.
Sumber: TribunKalteng.com/Tribun Kalteng.






