Prabowo: 71.744 Sekolah Selesai Diperbaiki

JAKARTA, KALTENGNEWS.ID — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pemerintah telah menyelesaikan perbaikan lebih dari 71.744 sekolah di berbagai wilayah Indonesia pada 2026. Program tersebut disebut sebagai perbaikan sekolah terbesar sepanjang sejarah Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Prabowo menegaskan peningkatan kualitas sarana pendidikan menjadi salah satu perhatian pemerintah agar anak-anak Indonesia mendapatkan fasilitas belajar yang layak.
“Anak-anak kita harus memperoleh pendidikan yang baik. Karena itu kita jalankan program perbaikan sekolah terbesar dalam sejarah kita. Sampai tahun ini, kita telah perbaiki lebih dari 71.744 sekolah,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, jumlah sekolah yang diperbaiki meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, pemerintah memperbaiki sekitar 17 ribu sekolah, sementara tahun ini jumlahnya telah melampaui 71 ribu sekolah.
Pemerintah juga memasang target lebih besar pada tahun-tahun berikutnya. Prabowo menyebut perbaikan sekolah ditargetkan mencapai sekitar 100 ribu sekolah pada 2027 dan 2028, sebelum seluruh sekolah yang membutuhkan renovasi dituntaskan pada 2029.
“Tahun lalu 17.000, tahun ini 71.000 lebih. Tahun depan target kita 100.000. Tahun 2028 seratus ribu. Tahun 2029 semua sekolah di Indonesia, SD, SMP, SMA, SMK, termasuk di pesantren-pesantren, harus kita selesai renovasi,” ujarnya.
Menjangkau Daerah Terluar
Program perbaikan tersebut, lanjut Prabowo, tidak hanya diarahkan ke sekolah di Pulau Jawa maupun kawasan perkotaan. Pemerintah juga menargetkan fasilitas pendidikan di daerah terluar dan terpencil.
Prabowo mencontohkan sekolah di Pulau Miangas, salah satu wilayah terluar Indonesia, yang telah diperbaiki. Pemerintah juga membentuk satuan tugas khusus untuk memberikan perhatian terhadap pembangunan di pulau-pulau terluar dan terpencil, termasuk wilayah dari Sabang hingga Merauke.
Selain renovasi fisik sekolah, pemerintah mulai mendorong pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar dengan membagikan layar interaktif ke sekolah-sekolah. Langkah tersebut diharapkan membantu meningkatkan kualitas dan akses pembelajaran.
Dalam pidatonya, Prabowo turut menekankan pentingnya kemampuan bahasa asing bagi generasi muda. Pemerintah berencana memperkenalkan pembelajaran bahasa asing sejak tingkat sekolah dasar.
“Anak-anak kita harus punya akses kepada pendidikan terbaik,” kata Prabowo.
Sejumlah bahasa yang disebut antara lain Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol dan Prancis. Menurut Prabowo, pengenalan sejak usia dini diharapkan membuat anak-anak lebih mudah menguasai bahasa asing sekaligus meningkatkan daya saing generasi Indonesia.
Editor: Redaksi Kaltengnews.id






