Wapres Gibran Tinjau Langsung Penanganan Karhutla di Kalteng

PALANGKA RAYA, Kaltengnews.id – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah, Kamis (10/9/2026). Salah satu agenda utama kunjungan tersebut yakni meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalteng.
Wapres Gibran tiba di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, dan disambut Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama jajaran Pemerintah Provinsi Kalteng serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat memastikan langkah penanganan Karhutla di daerah berjalan secara efektif, sekaligus melihat kondisi di lapangan dan kebutuhan penanganan yang masih diperlukan.
Dalam agenda kunjungan, Wapres dijadwalkan meninjau sejumlah lokasi, di antaranya kawasan SDN-2 Petuk Katimpun dan Nyaru Menteng.
Peninjauan lapangan ini dilakukan di tengah meningkatnya perhatian pemerintah terhadap ancaman Karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Pemprov Kalteng sebelumnya telah menetapkan status tanggap darurat bencana Karhutla mulai 31 Agustus hingga 29 September 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah mempercepat penanganan dan memperkuat koordinasi lintas sektor.
Berdasarkan data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalteng per 31 Agustus 2026, tercatat 2.285 kejadian Karhutla dengan luasan mencapai 6.587,84 hektare.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman Karhutla masih membutuhkan penanganan serius, terutama karena karakteristik wilayah Kalteng yang memiliki kawasan gambut dan lahan yang relatif sulit dijangkau.
Dalam penanganannya, pemerintah mengerahkan kekuatan personel gabungan dari berbagai unsur, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, pemadam kebakaran, pemerintah daerah hingga relawan.
Sekitar 10.700 personel gabungan disiagakan untuk memperkuat operasi penanganan Karhutla di Kalteng.
Selain operasi darat, penanganan juga diperkuat dengan dukungan udara melalui helikopter untuk kegiatan water bombing serta patroli udara dan operasi modifikasi cuaca.
Meski demikian, kondisi geografis dan luasnya wilayah yang terdampak menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Sejumlah titik api berada di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat sehingga membutuhkan dukungan operasi udara.
Pemprov Kalteng juga mendorong adanya penguatan dukungan pemerintah pusat, khususnya dalam penyediaan sarana pemadaman, helikopter, sumber air, sumur bor serta embung pada kawasan yang rawan terjadi Karhutla.
Penanganan Karhutla dinilai tidak dapat hanya berorientasi pada pemadaman ketika api sudah muncul. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko kebakaran berulang.
Kondisi lahan gambut juga membutuhkan proses pendinginan dan pembasahan secara menyeluruh. Api yang terlihat padam di permukaan masih berpotensi menyisakan bara di dalam tanah apabila tidak dilakukan penanganan secara maksimal.
Karena itu, sinergi pemerintah pusat dan daerah, aparat penegak hukum, dunia usaha serta masyarakat menjadi faktor penting dalam pengendalian Karhutla.
Kunjungan Wapres Gibran diharapkan tidak hanya menjadi momentum melihat kondisi lapangan, tetapi juga memperkuat dukungan pemerintah pusat terhadap kebutuhan daerah dalam menghadapi bencana Karhutla.
Pemerintah daerah juga terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran lebih luas.
Kaltengnews.id — Cepat, Akurat dan Terpercaya.






