Karhutla Tumbang Nusa Kembali Membesar, Pemprov Kalteng Maksimalkan Pemadaman

Kondisi Angin dan Jarak Pandang Jadi Kendala, Pasukan Darat Diperkuat untuk Cegah Api Meluas
PULANG PISAU — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, terus dilakukan menyusul kembali membesarnya api pada Minggu malam, 30 Agustus 2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng Ahmad Toyib mengatakan kebakaran tersebut merupakan lanjutan dari titik api yang sebelumnya telah menyala.
“Tumbang Nusa memang menjadi salah satu perhatian kita. Kejadian tadi malam merupakan lanjutan dari posisi api sebelumnya yang memang sudah menyala,” kata Ahmad Toyib di Palangka Raya, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, proses pemadaman pada malam hari menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan pengerahan pasukan darat. Kondisi medan dan lokasi titik api yang berisiko membuat personel tidak dapat dipaksakan mendekati sumber api.
Selain itu, penurunan jarak pandang di Palangka Raya dan sekitarnya dalam dua hari terakhir turut menghambat optimalisasi operasi pemadaman melalui jalur udara.
Kondisi tersebut menyebabkan operasi water bombing oleh satuan tugas udara belum dapat dilakukan secara maksimal. Pergerakan kepala api juga menjadi lebih cepat akibat hembusan angin kencang di lokasi.
“Visibility di Palangka Raya dan sekitarnya menurun jauh dari standar biasa. Optimalisasi WB melalui satgas udara tidak bisa dilakukan secara maksimal. Pergerakan kepala api menjadi cukup cepat karena didukung angin kencang di lokasi,” ujarnya.
Dalam situasi tersebut, pasukan darat menjadi tumpuan utama untuk mencegah api meluas. Namun, pengerahan personel tetap memperhatikan faktor keselamatan dan kondisi fisik petugas yang sebelumnya telah melakukan pemadaman sejak pagi hingga sore hari.
BPBPK Kalteng juga meningkatkan kesiapsiagaan dengan menempatkan sejumlah mobil tangki dan kendaraan pemadam di sepanjang kawasan Tumbang Nusa, khususnya di sekitar wilayah yang diperkirakan menjadi jalur pergerakan kepala api menuju jembatan.
Pembasahan lahan dilakukan oleh satgas darat di sekitar kawasan Tumbang Nusa untuk mengantisipasi meluasnya kobaran api.
6.358,71 Hektare Terbakar
Berdasarkan data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalteng per 30 Agustus 2026, tercatat sebanyak 2.222 kejadian karhutla dengan total luasan terbakar mencapai 6.358,71 hektare.
Khusus Kabupaten Pulang Pisau, tercatat 54 kejadian karhutla dengan luasan terbakar mencapai 378,88 hektare.
Pemprov Kalteng bersama unsur gabungan terus melakukan penanganan di lapangan dengan mengutamakan keselamatan personel sekaligus mencegah api meluas ke wilayah lainnya.
KALTENGNEWS.ID
Cepat, Akurat dan Terpercaya






