Pesta Tiwah di Kasongan Baru, Samsudin Ekeng Hadir Mewakili Keluarga Tanjung Jorong

KATINGAN, Kaltengnews.id — Pelaksanaan Pesta Tiwah di wilayah Desa Kasongan Baru, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, kembali menjadi bagian dari upaya masyarakat Dayak Hindu Kaharingan dalam mempertahankan tradisi dan nilai-nilai spiritual yang diwariskan leluhur.
Ritual tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 29 Agustus 2026, dengan dihadiri masyarakat, keluarga, tokoh adat, serta pihak-pihak yang turut memberikan penghormatan terhadap pelaksanaan ritual sakral tersebut.
Dalam kegiatan itu, Direktur Utama Media Kaltengnews, Samsudin Ekeng, turut hadir. Kehadirannya bukan hanya sebagai perwakilan media, tetapi juga mewakili seluruh keluarga dari Desa Tanjung Jorong, Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Kehadiran Samsudin menjadi bentuk penghormatan dan dukungan keluarga terhadap pelaksanaan ritual adat dan keagamaan masyarakat Dayak Hindu Kaharingan yang masih dipertahankan hingga saat ini.
Tiwah merupakan salah satu ritual penting dalam tradisi Hindu Kaharingan. Dalam kajian Kementerian Agama, Tiwah disebut sebagai salah satu tradisi utama dalam kehidupan keagamaan Hindu Kaharingan, khususnya yang berkaitan dengan rangkaian upacara kematian.
Dalam pemahaman masyarakat Kaharingan, rangkaian ritual kematian memiliki dimensi spiritual yang berkaitan dengan perjalanan roh menuju kehidupan setelah kematian. Kementerian Agama juga menjelaskan bahwa Lewu Tatau dipahami sebagai tempat tujuan kehidupan setelah kematian dalam keyakinan Hindu Kaharingan.
Karena itu, pelaksanaan Tiwah tidak semata-mata dipandang sebagai kegiatan adat, tetapi juga memiliki makna keagamaan dan penghormatan terhadap leluhur.
Salah satu bagian penting dalam rangkaian tersebut adalah proses pengurusan tulang-belulang orang yang telah meninggal, yang kemudian ditempatkan pada tempat peristirahatan terakhir seperti Sandung atau Pambak, sesuai tata cara dan ketentuan adat setempat.
Selain aspek spiritual, Tiwah juga menjadi ruang berkumpulnya keluarga dan masyarakat. Semangat gotong royong, kebersamaan, serta hubungan kekeluargaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan ritual.
Pelestarian tradisi tersebut sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap keberadaan Hindu Kaharingan sebagai bagian dari kekayaan budaya dan spiritual masyarakat Kalimantan Tengah. Direktorat Jenderal Bimas Hindu Kementerian Agama sebelumnya juga menekankan pentingnya melestarikan dan memperkenalkan tradisi Hindu Kaharingan sebagai bagian dari kekayaan Nusantara.
Pada 2026, berbagai kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan di Kalimantan Tengah juga terus mendapatkan pendampingan dan pembinaan dari jajaran Kementerian Agama, termasuk kegiatan ritual keagamaan dan pembinaan umat di sejumlah daerah.
Dalam pelaksanaan Pesta Tiwah di Kasongan Baru tersebut, nama-nama Liau Tiwah yang disebutkan meliputi:
- Nanda Surung (Indu Tuah)
- Ujiyanyo (Oto)
- Settey Duhan (Indu Tedie)
- Halin
- Sambuk Kambing (Indu Tandu)
- Marwani (Bapa Bucit)
- Neneng (Indu Bucit)
- Mariani/Udeng
- Sosanto/Umbing
- Awau (Hatue)
- Awau (Bawi)
- Lita Yuti (Bawi)
Pelaksanaan acara tersebut dikepalai oleh Sarnadi, ST, yang disebut sebagai Dabak.
Pesta Tiwah di Kasongan Baru menjadi gambaran bahwa tradisi masyarakat Dayak Hindu Kaharingan masih memiliki ruang kuat dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat. Pelaksanaannya juga mempertemukan unsur keluarga, adat, agama, dan kebersamaan masyarakat dalam menjaga warisan leluhur.
Kaltengnews.id — Aktual, Cepat, Terpercaya.**






