Kabut Asap Picu Lonjakan ISPA di Kobar, Empat Puskesmas Zona Merah

Kabut Asap Picu Lonjakan ISPA di Kobar, Empat Puskesmas Zona Merah

 

KOTAWARINGIN BARAT, KALTENGNEWS.ID – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai dirasakan terhadap kesehatan masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah disebut beriringan dengan meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat periode minggu ke-26 hingga minggu ke-30 tahun 2026, sedikitnya empat wilayah kerja puskesmas masuk kategori zona merah karena mencatat angka kasus ISPA yang tinggi.

Puskesmas Sungai Rangit mencatat kasus tertinggi dengan 395 kasus, disusul Puskesmas Kumai sebanyak 193 kasus, Puskesmas Madurejo 183 kasus, dan Puskesmas Karang Mulya 137 kasus.

Jika dijumlahkan, keempat wilayah tersebut mencatat sedikitnya 908 kasus ISPA dalam periode pendataan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kobar, Hardino, mengatakan tingginya kasus ISPA di sejumlah wilayah perlu mendapat perhatian serius, terlebih kondisi udara di beberapa kawasan mengalami penurunan akibat paparan kabut asap karhutla.

«“Wilayah yang masuk zona merah harus menjadi prioritas dalam pengendalian ISPA,” ujar Hardino, Rabu (12/8/2026).»

Menurutnya, penanganan tidak hanya berfokus pada masyarakat yang telah mengalami gangguan pernapasan, tetapi juga harus dibarengi langkah pencegahan, deteksi dini, kesiapan pelayanan kesehatan serta edukasi kepada masyarakat.

Dinkes Kobar juga mencatat sejumlah wilayah berada dalam kategori zona kuning, di antaranya Mendawai dengan 126 kasus, Natai Pelingkau 104 kasus, Arut Selatan 93 kasus, Kumpai Batu Atas 84 kasus, Riam Durian 56 kasus dan Runtu 52 kasus.

Baca Juga :  Tokoh Adat Dayak Kalteng Soroti Narasi di Medsos yang Dinilai Menyerang Gubernur dan Keluarga

Sementara itu, Pandu Sanjaya tercatat 48 kasus, Pangkalan Lada 38 kasus, Semanggang 33 kasus dan Kotawaringin Lama 26 kasus.

Adapun wilayah yang masuk kategori zona hijau meliputi Teluk Bogam dengan 24 kasus, Ipuh Bangun Jaya 19 kasus, Arut Utara 17 kasus, serta Sambi yang tercatat nihil kasus.

Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele paparan kabut asap. Warga terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia dan masyarakat dengan gangguan pernapasan diimbau meningkatkan kewaspadaan ketika kualitas udara memburuk.

Masyarakat yang mengalami gejala seperti batuk, pilek, sesak napas maupun keluhan pada saluran pernapasan juga diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

«“Wilayah-wilayah tersebut masih dalam pemantauan agar jumlah kasus tidak terus meningkat,” kata Hardino.»

Dengan ancaman karhutla yang masih berlangsung, pemantauan terhadap wilayah dengan kasus ISPA tinggi menjadi salah satu fokus pemerintah daerah untuk menekan dampak kesehatan yang lebih luas akibat kabut asap.

Sumber data: Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat, dikutip dari detikKalimantan, 12 Agustus 2026.

Redaksi 2