Dishut Kalteng Perketat Patroli Drone Pantau Titik Api

Dishut Kalteng Perketat Patroli Drone Pantau Titik Api

 

PALANGKA RAYA, Kaltengnews.id – Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Tengah memperketat pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengoptimalkan patroli udara menggunakan pesawat tanpa awak atau drone.

Pemantauan dilakukan secara berkala setiap dua jam sebagai langkah deteksi dini terhadap kemunculan titik api di sejumlah kawasan rawan karhutla.

Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Dishut Kalteng, Fritno, mengatakan penggunaan drone memungkinkan petugas memperoleh gambaran kondisi kawasan secara lebih cepat, termasuk wilayah yang sulit dijangkau melalui pemantauan dari darat.

“Pengawasan menggunakan drone dilakukan setiap dua jam sekali agar setiap potensi munculnya titik api dapat segera terdeteksi,” kata Fritno di Palangka Raya, Sabtu (8/8/2026).

Menurutnya, deteksi dini menjadi bagian penting dalam upaya mencegah api meluas. Setiap indikasi titik api yang ditemukan melalui pemantauan udara selanjutnya dikoordinasikan dengan petugas lapangan, regu pemadam, serta instansi terkait untuk mempercepat penanganan.

Selain patroli drone, Dishut Kalteng juga meningkatkan kesiapsiagaan personel dan patroli lapangan, terutama menghadapi kondisi musim kemarau yang meningkatkan risiko terjadinya karhutla.

Efektivitas pemantauan drone terlihat saat tim gabungan menangani kebakaran di kawasan Tahura, Jalan Tabat Kalsa, Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga :  Pengabdian Terakhir Aiptu Anumerta Yudhi, Keluarga Dapat Prioritas Rekrutmen Polri

Titik api di kawasan tersebut pertama kali terdeteksi melalui patroli drone Posko Dalkarhutla Dishut Kalteng sekitar pukul 11.31 WIB. Setelah menerima laporan, tim langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Petugas menghadapi kondisi lahan gambut yang dipenuhi semak belukar, pakis-pakisan, dan pohon akasia. Vegetasi yang relatif kering membuat api berpotensi cepat menjalar.

Dengan dukungan mobil pikap, mesin pompa air, selang pemadam, nozzle spray dan perangkat komunikasi, tim melakukan pemadaman, membuat sekat pembatas serta pendinginan terhadap area yang telah dikuasai.

Operasi pemadaman berakhir sekitar pukul 17.22 WIB, dengan luas lahan terbakar yang berhasil ditangani mencapai 0,91 hektare.

Dishut Kalteng juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla, sekaligus tindak lanjut arahan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran agar seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan dan respons terhadap potensi kebakaran.

Kaltengnews.id — Aktual, Cepat, Terpercaya.

Admin