Batanjung Didorong Jadi Gerbang Ekspor Kalteng

PALANGKA RAYA, Kaltengnews.id – Ketergantungan Kalimantan Tengah terhadap pelabuhan di luar daerah kembali menjadi sorotan dalam upaya memperkuat daya saing ekonomi dan mempercepat pertumbuhan sektor ekspor. Pelabuhan Batanjung di Kabupaten Kapuas dinilai memiliki potensi strategis untuk dikembangkan sebagai gerbang ekspor utama Kalimantan Tengah guna mengurangi tingginya biaya logistik yang selama ini menjadi kendala dunia usaha.
Pengembangan Pelabuhan Batanjung dinilai penting karena sebagian besar komoditas unggulan Kalimantan Tengah, seperti crude palm oil (CPO), hasil perkebunan, hasil hutan, pertambangan, dan berbagai produk lainnya masih bergantung pada pelabuhan di provinsi lain untuk proses distribusi maupun ekspor.
Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Sugiyarto, menilai ketergantungan tersebut menyebabkan biaya distribusi menjadi lebih tinggi dan berpengaruh terhadap daya saing produk daerah di pasar nasional maupun internasional.
“Kita memiliki sumber daya alam yang sangat besar, namun masih bergantung pada pelabuhan di luar daerah. Kondisi ini tentu berdampak pada efisiensi biaya logistik dan waktu distribusi barang,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Pelabuhan Batanjung yang terletak di wilayah strategis Kabupaten Kapuas memiliki peluang besar untuk menjadi pusat distribusi dan ekspor berbagai komoditas unggulan Kalimantan Tengah apabila didukung infrastruktur memadai dan kebijakan yang terintegrasi.
Ia menjelaskan bahwa penguatan fungsi Pelabuhan Batanjung tidak hanya akan memberikan manfaat bagi dunia usaha, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan daerah, membuka lapangan kerja baru, serta mendorong tumbuhnya kawasan industri dan perdagangan di sekitar pelabuhan.
“Kalau pelabuhan ini bisa dimaksimalkan, maka rantai distribusi akan lebih pendek, biaya logistik bisa ditekan, dan nilai tambah ekonomi akan lebih banyak tinggal di Kalimantan Tengah,” katanya.
Sugiyarto menambahkan bahwa selama ini banyak pelaku usaha harus mengirimkan barang melalui pelabuhan besar di luar Kalimantan Tengah sehingga biaya transportasi dan operasional menjadi lebih tinggi. Kondisi tersebut dinilai kurang menguntungkan bagi pelaku usaha maupun daerah.
Selain itu, keberadaan pelabuhan ekspor yang kuat di dalam wilayah Kalimantan Tengah akan mendukung visi pemerintah daerah dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dan memperkuat posisi daerah sebagai salah satu lumbung sumber daya alam nasional.
Pihaknya juga mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk akses jalan, jaringan logistik, kawasan industri, serta fasilitas bongkar muat modern agar Pelabuhan Batanjung mampu melayani aktivitas ekspor dalam skala besar.
“Perlu ada sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pihak swasta agar potensi Pelabuhan Batanjung benar-benar dapat diwujudkan menjadi pusat logistik dan ekspor Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Sejumlah kalangan pelaku usaha juga menilai keberadaan pelabuhan ekspor yang representatif akan meningkatkan efisiensi rantai pasok dan mempercepat perputaran ekonomi daerah. Dengan biaya logistik yang lebih kompetitif, produk-produk unggulan Kalimantan Tengah diharapkan mampu bersaing lebih baik di pasar global.
Pengembangan Pelabuhan Batanjung saat ini dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap pelabuhan luar daerah sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Tengah sebagai daerah penghasil komoditas unggulan nasional.
Dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan komitmen seluruh pemangku kepentingan, Pelabuhan Batanjung diharapkan dapat berkembang menjadi gerbang ekspor utama Kalimantan Tengah yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
(Redaksi Kaltengnews.id)






