Harga Sawit Turun dan BBM Naik, Bupati Kotim Ajak Warga Jujur Isi Sensus Ekonomi 2026

Harga Sawit Turun dan BBM Naik, Bupati Kotim Ajak Warga Jujur Isi Sensus Ekonomi 2026

KALTENGNEWS.ID, SAMPIT – Penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi daya beli dan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya yang menggantungkan penghasilan dari sektor perkebunan sawit.

Menanggapi situasi tersebut, Bupati Kotawaringin Timur mengajak masyarakat untuk memberikan data yang akurat dan jujur dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Langkah itu dinilai penting agar pemerintah memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi ekonomi masyarakat di lapangan.

Menurut Bupati, data yang valid menjadi salah satu instrumen utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah. Melalui data yang tepat, pemerintah dapat merancang program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta menjawab berbagai tantangan ekonomi yang sedang dihadapi.

“Sensus ekonomi bukan sekadar pendataan, tetapi menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya dalam kegiatan sosialisasi terkait Sensus Ekonomi 2026.

Kabupaten Kotawaringin Timur dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Kalimantan Tengah. Fluktuasi harga komoditas sawit memiliki dampak langsung terhadap pendapatan masyarakat, terutama petani dan pelaku usaha yang bergantung pada sektor tersebut.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Yogi Setiawan Penuhi Panggilan Penyidik Terkait Laporan Sengketa Tanah di Sampit

Di sisi lain, kenaikan harga BBM juga berpotensi meningkatkan biaya operasional dan distribusi berbagai sektor usaha. Kondisi tersebut membuat ketersediaan data ekonomi yang akurat menjadi semakin penting sebagai dasar pengambilan keputusan pemerintah.

Pemerintah berharap partisipasi masyarakat dalam Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan optimal. Dengan keterlibatan aktif warga, hasil sensus diharapkan mampu menggambarkan kondisi ekonomi secara menyeluruh, mulai dari tingkat rumah tangga hingga pelaku usaha.

Data yang terkumpul nantinya akan menjadi salah satu acuan dalam merumuskan program pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan sektor ekonomi daerah agar lebih adaptif menghadapi dinamika perekonomian.

Sensus Ekonomi 2026 sendiri merupakan program nasional yang bertujuan menghimpun data berbagai aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha di seluruh wilayah Indonesia.

Pemerintah menegaskan bahwa kejujuran dan keterbukaan masyarakat dalam memberikan informasi menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan sensus tersebut. (Redaksi Kaltengnews.id)

Admin