Disbudpar Kotim Libatkan Industri Kreatif untuk Perkuat Edukasi dan Promosi Budaya

Disbudpar Kotim Libatkan Industri Kreatif untuk Perkuat Edukasi dan Promosi Budaya

Sampit, Kaltengnews.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat upaya pelestarian budaya dan peningkatan literasi masyarakat melalui pemanfaatan media digital. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menggandeng pelaku industri kreatif untuk memproduksi berbagai konten edukasi yang menarik, informatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi informasi saat ini.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjadi sarana efektif dalam memperkenalkan kekayaan budaya daerah, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal, sekaligus memperluas jangkauan promosi pariwisata Kotawaringin Timur kepada masyarakat luas.

Kepala Disbudpar Kotim, Muhammad Irfansyah, mengatakan pihaknya melihat perkembangan teknologi digital sebagai peluang besar untuk menyampaikan pesan edukasi dan promosi budaya secara lebih efektif. Menurutnya, keterlibatan pelaku industri kreatif akan menghasilkan konten yang lebih inovatif dan mampu menjangkau berbagai kalangan, terutama generasi muda.

“Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan konten edukasi yang menarik sekaligus memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata daerah kepada masyarakat,” ujar Irfansyah sebagaimana dikutip dari Antara Kalteng.

Ia menjelaskan bahwa selama ini berbagai program pelestarian budaya telah berjalan, namun penyebarluasan informasi kepada masyarakat masih perlu diperkuat melalui pendekatan yang lebih kreatif dan mengikuti tren konsumsi informasi di era digital.

Melalui kerja sama tersebut, Disbudpar Kotim mendorong lahirnya berbagai produk kreatif seperti video edukasi, dokumentasi budaya, konten media sosial, film pendek, podcast, hingga materi promosi destinasi wisata yang dapat diakses masyarakat secara luas melalui berbagai platform digital.

Selain menjadi media edukasi, konten yang diproduksi juga diharapkan mampu mendukung promosi sektor pariwisata daerah. Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki sejumlah potensi wisata alam, budaya, dan sejarah yang dinilai layak dikenal lebih luas oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

Baca Juga :  Briptu K Ditahan di Ruang Khusus Provos, Dugaan Pelanggaran Kode Etik Masih Didalami

Menurut Irfansyah, keberadaan industri kreatif memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah daerah mengemas informasi menjadi lebih menarik tanpa mengurangi nilai edukasi yang ingin disampaikan. Dengan pendekatan yang tepat, konten budaya dapat tampil lebih modern dan dekat dengan masyarakat.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif. Pelibatan komunitas kreatif lokal diyakini dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha kreatif di daerah.

Pengamat komunikasi dan media menilai langkah yang dilakukan Disbudpar Kotim sejalan dengan tren pemanfaatan teknologi digital dalam pelestarian budaya. Di tengah tingginya penggunaan media sosial dan platform digital, penyajian informasi budaya dalam format yang menarik dinilai menjadi strategi efektif untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap warisan budaya daerah.

Selain memperkuat identitas budaya lokal, konten edukasi yang berkualitas juga dapat menjadi instrumen penting dalam membangun citra positif daerah. Melalui distribusi yang luas di platform digital, informasi mengenai budaya, sejarah, dan potensi wisata Kotawaringin Timur berpeluang menjangkau audiens yang lebih besar dibandingkan metode promosi konvensional.

Disbudpar Kotim berharap kolaborasi tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan menghasilkan berbagai karya kreatif yang tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan promosi yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku industri kreatif, upaya pelestarian budaya diharapkan dapat berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi, sehingga nilai-nilai budaya lokal tetap terjaga sekaligus mampu beradaptasi dengan kebutuhan generasi masa kini. (Red)

Admin

Tinggalkan Balasan