570 Hotspot Terdeteksi di Kalteng, Kotim Tertinggi

570 Hotspot Terdeteksi di Kalteng, Kotim Tertinggi

PALANGKA RAYA, Kaltengnews.id – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah masih perlu diwaspadai. Berdasarkan infografis harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah, tercatat sebanyak 570 titik hotspot yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota.

Data yang dihimpun hingga Selasa, 18 Agustus 2026 pukul 18.00 WIB tersebut juga mencatat 32 kejadian karhutla, dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 51,08 hektare.

Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 170 titik. Disusul Kota Palangka Raya sebanyak 84 titik, Kabupaten Katingan 78 titik, Kapuas 70 titik, Sukamara 33 titik, dan Pulang Pisau sebanyak 31 titik.

Sementara itu, Gunung Mas dan Seruyan masing-masing mencatat 20 hotspot, Barito Selatan 20 hotspot, Lamandau 18 hotspot, Kotawaringin Barat 11 hotspot, Barito Utara sembilan hotspot, dan Murung Raya enam hotspot. Barito Timur tercatat tidak memiliki hotspot dalam data tersebut.

Dari sisi kejadian karhutla, Kabupaten Seruyan tercatat memiliki jumlah kejadian terbanyak, yakni sembilan kejadian, kemudian Kota Palangka Raya lima kejadian, Kapuas dan Gunung Mas masing-masing empat kejadian.

Pemerintah melalui BPBD terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama pembukaan lahan dengan cara membakar.

Baca Juga :  11 Bulan Menanti Kepastian, Siti Khotijah Pertanyakan Tindak Lanjut Laporan Dugaan Pelanggaran Oknum Jaksa

“Bersama wujudkan Kalteng bebas kabut asap Tahun 2026,” demikian pesan yang disampaikan BPBD Provinsi Kalimantan Tengah dalam infografis perkembangan karhutla tersebut.

Dalam publikasi itu, masyarakat juga diajak untuk bersama-sama menjaga lingkungan di tengah meningkatnya jumlah titik panas.

“Mari terus kita jaga bersama lingkungan dan wujudkan Kalteng Bebas Kabut Asap 2026,” tulis BPBD Kalteng dalam informasi yang disampaikan kepada masyarakat.

Untuk mendukung penanganan karhutla, tercatat sebanyak 10.700 personel gabungan disiagakan. Selain itu, terdapat lima unit helikopter serta satu unit pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disiapkan sebagai bagian dari upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

BPBD juga mencatat sebanyak 12 kegiatan penegakan hukum terkait penanganan karhutla.

Dengan tingginya jumlah hotspot tersebut, masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan kebakaran lahan atau aktivitas pembakaran yang berpotensi meluas. Pencegahan sejak dini dinilai menjadi langkah penting untuk menghindari meluasnya karhutla serta munculnya kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Editor: Redaksi Kaltengnews.id

Redaksi 2