Wapres Gibran Tinjau Sekolah di Tengah Kabut Asap, Kesehatan Siswa Jadi Sorotan

PALANGKA RAYA, Kaltengnews.id – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau SDN 2 Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (10/9/2026), di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Gibran didampingi Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dalam kunjungan tersebut. Wapres melihat aktivitas pembelajaran dan kondisi lingkungan sekolah. Gibran juga terlihat mengenakan masker selama berada di lingkungan sekolah.
Kunjungan tersebut berlangsung setelah pemerintah daerah menerapkan penyesuaian kegiatan pembelajaran di sejumlah wilayah Kalteng akibat kondisi kualitas udara.
Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah mencatat, berdasarkan pemantauan pada 31 Agustus hingga 6 September 2026, rata-rata Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kalteng mencapai 235.
Pada periode yang sama, Dinas Pendidikan mencatat 9.767 siswa mengalami ISPA. Data tersebut menjadi salah satu dasar penyesuaian pelaksanaan pembelajaran di wilayah yang terdampak kualitas udara.
Di Kota Palangka Raya, pelaksanaan pembelajaran sebelumnya dilakukan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada 7–9 September 2026.
Setelah dilakukan evaluasi, Dinas Pendidikan menetapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas mulai 10 September 2026 bagi jenjang PAUD, SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.
Pelaksanaan pembelajaran disesuaikan dengan kondisi kualitas udara di masing-masing wilayah. Satuan pendidikan juga melakukan penyesuaian kegiatan apabila kondisi udara tidak memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka.
Selain meninjau sekolah, agenda kunjungan Wapres Gibran di Kalimantan Tengah juga mencakup peninjauan penanganan karhutla.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melakukan penanganan melalui pengerahan personel, peralatan pemadaman serta koordinasi dengan pemerintah pusat dan instansi terkait.
Karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalteng menyebabkan munculnya asap yang berdampak terhadap kualitas udara. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan pemerintah daerah dalam menentukan pelaksanaan kegiatan pendidikan.
Dampak kualitas udara juga berkaitan dengan kondisi kesehatan masyarakat. Data Dinas Pendidikan menunjukkan ribuan peserta didik tercatat mengalami ISPA dalam periode pemantauan tersebut.
Melalui kunjungan ke SDN 2 Petuk Katimpun, kondisi sekolah dan pelaksanaan pembelajaran menjadi bagian dari agenda peninjauan pemerintah terhadap dampak karhutla di Kalimantan Tengah.
Pemerintah daerah selanjutnya melakukan pemantauan kualitas udara dan kondisi kesehatan peserta didik sebagai dasar pelaksanaan kegiatan pembelajaran di wilayah terdampak.
Kaltengnews.id | Cepat, Akurat dan Terpercaya






