Wamenko Pangan Pantau Karhutla, GAPKI Kalteng Turun Langsung

Wamenko Pangan Pantau Karhutla, GAPKI Kalteng Turun Langsung

 

PALANGKARAYA — Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan melakukan kunjungan kerja sekaligus memantau langsung kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada 21–22 Agustus 2026.

Pemantauan lapangan dipusatkan di kawasan Yos Sudarso XXII. Dalam kegiatan tersebut, Wamenko Pangan didampingi Ketua GAPKI Cabang Kalimantan Tengah Au Rizky Djaya, Ketua APHI, Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Perkebunan, unsur BPBD, TNI-Polri, serta masyarakat di sekitar areal yang terdampak kebakaran.

Ketua GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Au Rizky Djaya, menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat.

Menurutnya, GAPKI tidak hanya menyampaikan komitmen, tetapi turut menurunkan personel dan sarana untuk membantu penanganan kebakaran di lapangan.

“GAPKI bersama pemerintah dan masyarakat ikut secara aktif memadamkan kebakaran hutan dan lahan,” ujar Au Rizky Djaya.

Dalam kunjungan lapangan tersebut, GAPKI Cabang Kalteng menurunkan dua regu untuk turut melakukan penanganan karhutla bersama Wamenko Pangan dan unsur terkait.

Au Rizky Djaya menjelaskan, seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kalimantan Tengah, baik yang tergabung dalam GAPKI maupun yang belum menjadi anggota, memiliki tanggung jawab menjaga areal perkebunannya masing-masing.

Setiap perusahaan perkebunan, kata dia, wajib memiliki sarana dan prasarana pengendalian serta pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

Namun, tanggung jawab tersebut tidak hanya diarahkan pada areal perusahaan. Perusahaan perkebunan juga diharapkan ikut membantu masyarakat apabila terjadi kebakaran di sekitar wilayah operasional perkebunan.

“Semua perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di Kalimantan Tengah, baik anggota GAPKI maupun yang belum, mempunyai kewajiban menjaga areal kebunnya masing-masing. Perusahaan juga wajib memiliki sarana dan prasarana pemadam karhutla serta membantu masyarakat di sekitar kebun apabila ada areal yang terbakar,” jelas Au Rizky Djaya.

Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap penanganan karhutla, perusahaan kelapa sawit anggota GAPKI turut mengerahkan berbagai sumber daya.

Baca Juga :  Polda Kalteng Tetapkan 12 Orang sebagai Tersangka Karhutla

Au Rizky Djaya menyebutkan, dua unit helikopter telah digunakan untuk membantu pemadaman kebakaran di wilayah Kotawaringin Timur, Sukamara dan Kotawaringin Barat.

Selain itu, tiga unit ekskavator dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla di Palangkaraya, Pulang Pisau dan Kotawaringin Timur.

Menurutnya, dukungan tersebut diarahkan untuk membantu penanganan kebakaran, khususnya di areal di luar perkebunan atau lahan masyarakat.

GAPKI Cabang Kalteng juga turut mendukung kebutuhan personel yang berada di lapangan. Bantuan antara lain berupa pemenuhan kebutuhan gizi personel, seperti susu, sari kacang hijau dan kebutuhan lainnya.

Au Rizky Djaya menilai penanganan karhutla tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar kebakaran dapat dikendalikan secara cepat dan efektif.

“Harapan kita, karhutla ini dapat teratasi dengan baik. Karena itu perlu kolaborasi semua pihak, pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan dukungan personel, peralatan dan koordinasi lintas sektor, GAPKI Cabang Kalteng menyatakan komitmennya untuk terus berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah.

Sumber: DR Ir Rawing Rambang, MP — Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalimantan Tengah.

Redaksi 2