Rekonstruksi Tumbang Kalemei, Jacob Matakena Ungkap Fakta Berbeda

Rekonstruksi Tumbang Kalemei, Jacob Matakena Ungkap Fakta Berbeda

 

 

PALANGKA RAYA – Jacob mengatakan, sejumlah adegan dalam rekonstruksi menurutnya menunjukkan fakta yang berbeda dengan informasi yang sebelumnya berkembang. Hal itu antara lain menyangkut penggunaan senjata, kronologi meninggalnya tiga anggota kepolisian, peran para tersangka hingga rangkaian penggerebekan.

Jacob juga mempertanyakan proses pemberitahuan rekonstruksi. Ia menyebut, empat hari sebelum rekonstruksi 31 Agustus, telah dilakukan reka ulang tanpa pemberitahuan kepada pihak penasihat hukum.

Sementara untuk rekonstruksi pada 31 Agustus, menurut Jacob, pihaknya baru dihubungi sekitar satu jam sebelum kegiatan melalui WhatsApp dan tanpa surat undangan resmi.

Jacob menyoroti narasi sebelumnya yang menyebut masyarakat menggunakan senjata rakitan saat terjadi perlawanan terhadap anggota kepolisian.

Menurutnya, dalam reka ulang, Bio dan pihak lainnya diperagakan menggunakan senapan angin.

“Dalam rekonstruksi yang kami lihat, Bio dan beberapa orang lainnya menggunakan senapan angin. Ini perlu dilihat kembali dengan alat bukti dan hasil penyidikan,” ujar Jacob.

Jacob juga mempertanyakan narasi mengenai kematian tiga anggota kepolisian.

Menurutnya, reka ulang yang disaksikan pihak penasihat hukum tidak memperlihatkan adegan yang menggambarkan ketiga anggota tersebut dibunuh terlebih dahulu kemudian dibuang ke sungai.

“Dalam reka ulang yang kami lihat, ketiganya mengalami luka berat dan disebut meninggal karena terlambat mendapatkan pertolongan,” katanya.

Jacob menegaskan, pihaknya tidak mengambil kesimpulan mengenai penyebab kematian dan menyerahkan pembuktiannya kepada proses hukum serta alat bukti yang sah.

Dalam rekonstruksi, Jacob juga melihat adanya perbedaan peran di antara tujuh tersangka.

Baca Juga :  Ngaku Bisa Loloskan PGSD UPR, Oknum Wartawan ML Diduga Tipu dan Gelapkan Dana

Ia menyebut terdapat tiga tersangka yang tidak diperagakan melakukan kekerasan secara langsung terhadap ketiga anggota kepolisian.

“Ini penting karena setiap tersangka harus dilihat berdasarkan peran dan perbuatannya masing-masing,” ujarnya.

Jacob juga mempertanyakan bagian rekonstruksi terkait narkotika yang disebut ditemukan dalam penggerebekan.

Menurutnya, adegan yang menggambarkan temuan narkotika tidak terlihat secara jelas dalam reka ulang sebagai bagian dari rangkaian peristiwa sebelum terjadinya perlawanan.

Selain itu, Jacob menyebut Bio bersama tiga orang lainnya sempat diamankan, namun kemudian dilepaskan sebelum tragedi terjadi.

“Rangkaian sebelum dan sesudah penangkapan ini perlu dijelaskan secara utuh karena menjadi bagian penting dari kronologi,” katanya.

Jacob juga menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan para tersangka, mereka tidak melihat Kasat Narkoba berada di TKP saat peristiwa berlangsung.

Menurutnya, keterangan tersebut perlu dikonfirmasi dengan keterangan saksi lain dan alat bukti yang dimiliki penyidik.

Atas sejumlah persoalan tersebut, Jacob Matakena meminta proses hukum perkara Tumbang Kalemei dilakukan secara objektif dan transparan.

Ia menegaskan pihaknya menghormati proses penegakan hukum, namun meminta agar setiap tersangka dinilai berdasarkan peran dan perbuatannya masing-masing.

“Kami menghormati proses hukum. Tetapi seluruh fakta harus diuji secara objektif. Jangan sampai seseorang dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan yang bukan dilakukannya,” tegas Jacob.

Jacob berharap perbedaan antara informasi yang sebelumnya berkembang dengan fakta yang muncul dalam rekonstruksi dapat diklarifikasi melalui proses penyidikan dan pembuktian di persidangan. (Red)

Redaksi Utama