Pemprov Kalteng dan BBPOM Perkuat Industri Obat Bahan Alam Lokal

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus memperkuat pengembangan industri obat bahan alam melalui sinergi strategis bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Palangka Raya. Kolaborasi tersebut menjadi langkah nyata dalam meningkatkan mutu, keamanan, serta daya saing produk herbal lokal agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Komitmen tersebut diwujudkan dalam kegiatan apresiasi dan pembinaan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor obat bahan alam yang digelar di Palangka Raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong pemanfaatan kekayaan hayati Kalimantan Tengah sebagai produk bernilai ekonomi tinggi.
Pemprov Kalteng menilai potensi tanaman obat khas daerah, seperti bajakah, pasak bumi, hingga berbagai tanaman herbal lainnya, memiliki prospek besar untuk dikembangkan menjadi produk kesehatan yang memenuhi standar mutu dan keamanan.
Melalui kerja sama dengan BBPOM Palangka Raya, pelaku usaha tidak hanya mendapatkan pendampingan dalam proses produksi, tetapi juga edukasi mengenai penerapan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB), perizinan, legalitas, hingga pengawasan mutu produk. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk obat bahan alam asal Kalimantan Tengah.
Kepala BBPOM Palangka Raya menegaskan pihaknya berkomitmen memberikan pembinaan secara berkelanjutan agar industri obat bahan alam di daerah berkembang secara sehat, aman, dan sesuai regulasi yang berlaku.
“Sinergi antara BBPOM dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas, keamanan, serta daya saing industri obat bahan alam sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan pengembangan industri herbal menjadi salah satu sektor potensial dalam mendukung diversifikasi ekonomi daerah. Dengan melimpahnya sumber daya alam dan tanaman obat endemik, Kalteng dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu sentra pengembangan obat bahan alam di Indonesia.
Selain meningkatkan kualitas produk, kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM melalui peningkatan standar produksi, sertifikasi, serta inovasi pengolahan hasil tanaman herbal menjadi produk bernilai tambah.
Pemprov Kalteng berharap sinergi bersama BBPOM dapat menciptakan ekosistem industri obat bahan alam yang semakin kuat, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha lokal.
Kolaborasi lintas sektor ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan industri obat bahan alam yang aman, bermutu, berkhasiat, dan mampu menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal di Kalimantan Tengah. (Red/ig)






