Menelusuri Jejak Tamanggung Singam di Kaleka Sungei Se Bungsu, Warisan Sejarah Dayak

KALTENGNEWS.ID, KOTAWARINGIN TIMUR – Jejak sejarah Tamanggung Singam menjadi bagian penting dalam penelusuran sejarah leluhur masyarakat Dayak di Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Nama tokoh adat tersebut dikaitkan dengan keberadaan Kaleka Sungei Se Bungsu, kawasan yang menyimpan potensi nilai sejarah dan budaya masyarakat setempat.
Penelusuran ini bukan sekadar mengenang nama leluhur, tetapi juga menggali asal-usul, silsilah keturunan, serta warisan adat yang perlu dijaga agar tidak hilang ditelan zaman.
Dalam tradisi masyarakat Dayak, gelar Tamanggung atau Tumenggung berkaitan dengan kedudukan pemimpin adat. Namun, untuk mengungkap secara utuh perjalanan hidup dan peran Tamanggung Singam, diperlukan penelusuran melalui kesaksian para tetua, dokumen keluarga, silsilah, dan bukti sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kaleka Sungei Se Bungsu, Jejak Leluhur
Kaleka Sungei Se Bungsu di Kecamatan Tualan Hulu menjadi salah satu titik penting yang perlu ditelusuri dalam kaitannya dengan sejarah Tamanggung Singam.
Dalam tradisi masyarakat Dayak, kaleka dikenal sebagai kawasan bekas permukiman lama yang berpotensi menyimpan jejak kehidupan leluhur. Karena itu, dokumentasi lokasi, penghimpunan cerita masyarakat, dan penelitian lapangan diperlukan untuk memperkuat catatan sejarah kawasan tersebut.
Silsilah Keturunan Tamanggung Singam
Penelusuran sejarah ini juga berkaitan dengan TMG Leger Toegal Kunum, Damang Kepala Adat Kecamatan Tualan Hulu.
Menurut keterangan silsilah keluarga, TMG Leger Toegal Kunum merupakan keturunan keempat dari Tamanggung Singam. Keterangan tersebut menjadi pijakan untuk menelusuri kesinambungan garis keturunan dan menghimpun kembali sejarah keluarga yang diwariskan secara turun-temurun.
Sebagai pemangku adat, TMG Leger Toegal Kunum juga menjadi bagian dari upaya menjaga pengetahuan adat dan mendorong pelestarian sejarah lokal.
Sejarah Harus Ditelusuri dan Dijaga
Sejarah Tamanggung Singam dan Kaleka Sungei Se Bungsu perlu mendapat perhatian melalui dokumentasi yang terarah, pencatatan silsilah, serta penghimpunan kesaksian para tetua adat. Langkah ini penting agar cerita leluhur tidak berhenti sebagai penuturan lisan, tetapi dapat dipelajari dan diwariskan secara bertanggung jawab kepada generasi berikutnya.
Bagi masyarakat Dayak di Tualan Hulu, menjaga sejarah berarti menjaga identitas dan menghormati warisan leluhur. Karena itu, keterlibatan keluarga keturunan, pemangku adat, masyarakat, dan peneliti menjadi penting untuk mengungkap sejarah tersebut secara lebih utuh.
Dari Tualan Hulu, Kotawaringin Timur, penelusuran jejak Tamanggung Singam menjadi pengingat bahwa sejarah leluhur bukan sekadar masa lalu, melainkan warisan identitas yang harus dijaga dan diteruskan kepada generasi mendatang.
KALTENGNEWS.ID — Merawat Sejarah, Menjaga Adat, Mewariskan Identitas.






