Kemarau Melanda, Warga Buhut Jaya Tempuh 10 Kilometer Cari Air Bersih

Kemarau Melanda, Warga Buhut Jaya Tempuh 10 Kilometer Cari Air Bersih

KAPUAS, KALTENGNEWS.ID – Musim kemarau mulai dirasakan masyarakat Desa Buhut Jaya, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Warga mengeluhkan sulitnya memperoleh air bersih, terutama untuk kebutuhan minum dan rumah tangga.

Kondisi Sungai Buhut yang selama ini menjadi salah satu sumber air masyarakat disebut warga semakin tidak layak digunakan. Selain debit air yang menurun, tumpukan sampah di sejumlah bagian sungai juga dikeluhkan menimbulkan bau tidak sedap.

Akibat kondisi tersebut, sebagian warga terpaksa mencari sumber air alternatif hingga ke hulu Sungai Mahentai, yang berjarak lebih dari 10 kilometer dari permukiman.

Bagi warga yang memiliki sepeda motor maupun kendaraan roda empat, air masih dapat diangkut dari lokasi tersebut. Namun, bagi keluarga yang tidak memiliki kendaraan, kondisi ini menjadi persoalan tersendiri.

Baset Toni Nanjan, yang akrab disapa Bapak Dekrin, menyampaikan kondisi tersebut kepada Kaltengnews.id. Ia berharap pemerintah daerah bersama perusahaan yang beraktivitas di sekitar Buhut Jaya dapat membantu masyarakat menghadapi kesulitan air bersih selama musim kemarau.

“Selama musim kemarau ini, satu tetes pun tidak ada perhatian dari perusahaan di wilayah Desa Buhut Jaya ini,” ujar Toni.

Ia menyebut sejumlah perusahaan yang beraktivitas di wilayah tersebut, di antaranya PT Telen Orbit Prima (TOP), PT Pamapersada Nusantara (PAMA), PT Satria Alam Manunggal (SAM) dan perusahaan lainnya.

Baca Juga :  Tim Jateng Keberatan Hasil Final Muaythai 2026

Menurut Toni, masyarakat berharap program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dapat ikut diarahkan untuk membantu kebutuhan dasar warga, khususnya ketika terjadi kondisi kekeringan.

Namun, Kaltengnews.id tidak menyimpulkan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut tidak menjalankan CSR. Pernyataan mengenai minimnya perhatian merupakan keluhan warga dan masih terbuka untuk diklarifikasi oleh masing-masing perusahaan.

Di sisi lain, persoalan pencemaran Sungai Buhut juga menjadi perhatian. Kebiasaan membuang sampah ke sungai perlu dihentikan karena berpotensi memperburuk kualitas sumber air yang digunakan masyarakat.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Kapuas dan Pemerintah Desa Buhut Jaya segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan ketersediaan air bersih, terutama bagi masyarakat yang tidak memiliki kendaraan untuk mengambil air dari sumber alternatif.

Kepala Desa Buhut Jaya, Herman, diharapkan dapat menyampaikan kondisi tersebut kepada Pemkab Kapuas sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terukur.

Kaltengnews.id membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi Pemkab Kapuas, Pemerintah Desa Buhut Jaya, maupun perusahaan yang disebut dalam pemberitaan ini.

Air bersih merupakan kebutuhan dasar. Di tengah kemarau, warga tidak hanya membutuhkan perhatian, tetapi solusi nyata dan terukur.

Kaltengnews.id — Aktual • Cepat • Terpercaya

Redaksi Utama