TMG Leger Toegal Kunum Telusuri Jejak Tamanggung Singam

KALTENGNEWS.ID, TUALAN HULU, KOTAWARINGIN TIMUR – Jejak sejarah leluhur masyarakat Dayak di Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menjadi perhatian TMG Leger Toegal Kunum, Damang Kepala Adat Kecamatan Tualan Hulu yang menyebut dirinya sebagai keturunan keempat Tamanggung Singam.
Penelusuran tersebut berkaitan dengan keberadaan Kaleka Pantar di kawasan Sungai Tasang, wilayah hulu Desa Sebungsu, yang menurut penuturan keluarga memiliki hubungan dengan sejarah dan kehidupan leluhur Tamanggung Singam.
Bagi TMG Leger Toegal Kunum, keberadaan kawasan tersebut bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan bagian dari warisan sejarah keluarga dan identitas masyarakat Dayak yang perlu dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
Menurut keterangan keluarga, Kaleka Pantar merupakan lokasi Kaleka Betang yang berkaitan dengan kehidupan leluhur mereka. Hingga kini, kawasan tersebut disebut masih dikenal dan dirawat oleh keluarga keturunan Tamanggung Singam.
Dalam penuturan silsilah keluarga, TMG Leger Toegal Kunum menyampaikan garis keturunannya melalui urutan Tamanggung Singam, Tamanggung Kunum, Tamanggung Toegal, Tamanggung Leger, hingga dirinya sendiri.
Dengan demikian, garis keturunan yang dituturkan tersebut adalah:
Tamanggung Singam → Tamanggung Kunum → Tamanggung Toegal → Tamanggung Leger → TMG Leger Toegal Kunum.
Dalam silsilah itu, Tamanggung Kunum disebut sebagai salah satu anak Tamanggung Singam. Demikian pula Tamanggung Toegal merupakan salah satu anak Tamanggung Kunum.
Silsilah tersebut menggambarkan satu cabang keturunan, bukan keseluruhan garis keluarga Tamanggung Singam. Menurut keterangan keluarga, keturunannya kini tersebar di Desa Tanjung Jorong dan Desa Sebungsu, Kecamatan Tualan Hulu, serta wilayah sekitarnya.
Keberadaan sejumlah cabang keluarga tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menghimpun kesaksian para tetua, melengkapi silsilah, dan mendokumentasikan sejarah leluhur secara lebih menyeluruh.
Kaleka Pantar berada di kawasan Sungai Tasang, anak Sungai Tualan yang berkaitan dengan wilayah hulu Desa Sebungsu. Menurut sejarah lisan keluarga, lokasi ini memiliki hubungan dengan permukiman leluhur Tamanggung Singam.
Dalam tradisi masyarakat Dayak, kawasan kaleka dapat menyimpan jejak permukiman terdahulu dan ingatan mengenai kehidupan masyarakat pada masa lampau. Karena itu, dokumentasi lokasi, pengumpulan keterangan para tetua adat, serta penelusuran peninggalan fisik menjadi langkah penting untuk memperkuat catatan sejarah.
Selain itu, sejarah lisan setempat mengaitkan nama Desa Sebungsu dengan Tambusu, yang dituturkan sebagai anak paling bungsu. Keterangan tersebut masih memerlukan penelusuran lebih lanjut melalui kesaksian lain dan sumber pendukung.
Nama Tamanggung Singam juga tercantum dalam artikel “Uluh Kalteng dan Sejarah Kalteng” karya Andriani S. Kusni yang diterbitkan Jurnal Toddoppuli pada 24 September 2010.
Artikel tersebut menyebut Tamanggung Singam di antara sejumlah tokoh yang perlu dikenal dalam penulisan sejarah Kalimantan Tengah. Namun, uraian mengenai riwayat hidup, silsilah keluarga, dan hubungan langsungnya dengan Kaleka Pantar belum dijelaskan secara terperinci dalam referensi tersebut.
Oleh karena itu, penuturan TMG Leger Toegal Kunum menjadi salah satu sumber sejarah lisan keluarga yang penting untuk didokumentasikan, sekaligus perlu dilengkapi melalui arsip, wawancara dengan keluarga lainnya, dan penelitian lapangan.
Sebagai Damang Kepala Adat Kecamatan Tualan Hulu, TMG Leger Toegal Kunum memiliki keterkaitan dengan kehidupan adat masyarakat setempat. Penuturannya mengenai silsilah keluarga dan Kaleka Pantar menjadi bagian dari upaya menjaga pengetahuan sejarah yang diwariskan secara turun-temurun.
Pelestarian sejarah tersebut dapat dilakukan dengan menyusun silsilah keluarga secara lebih lengkap, merekam kesaksian para tetua, mendokumentasikan kondisi Kaleka Pantar, serta menelusuri bukti sejarah yang masih dapat ditemukan.
Upaya ini penting agar sejarah leluhur tidak berhenti sebagai cerita lisan, tetapi dapat dihimpun dan diwariskan secara bertanggung jawab kepada generasi berikutnya.
Penelusuran Tamanggung Singam, Kaleka Pantar, dan Sungai Tasang menjadi bagian dari upaya merawat identitas budaya Dayak di Tualan Hulu. Di tengah perubahan zaman, ingatan keluarga, peninggalan leluhur, dan pengetahuan adat memiliki arti penting dalam menjaga kesinambungan sejarah masyarakat.
KALTENGNEWS.ID — Merawat Sejarah, Menjaga Adat, Mewariskan Identitas Dayak.






