Indra Gunawan: Belajar Menjadi Jurnalis Profesional di Tengah Banjir Informasi

Indra Gunawan: Belajar Menjadi Jurnalis Profesional di Tengah Banjir Informasi
INDRA GUNAWAN

PALANGKA RAYA — Menjadi jurnalis profesional bukan sekadar pandai menulis berita. Bagi Indra Gunawan, Pimpinan Redaksi media online Kaltengnews.id, jurnalistik adalah proses belajar yang tidak pernah selesai.

Di tengah derasnya informasi media sosial, wartawan dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga mampu memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada publik benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Saya masih terus belajar. Menjadi jurnalis bukan berarti merasa paling tahu, tetapi berani mencari tahu dan memastikan kebenaran sebuah informasi,” demikian prinsip yang dipegang Indra.

Menurutnya, informasi dari WhatsApp, Facebook, TikTok maupun platform digital lainnya hanyalah bahan awal. Wartawan tetap harus melakukan verifikasi, konfirmasi, dan cek fakta sebelum sebuah informasi dijadikan berita.

Contohnya ketika muncul persoalan konflik lahan antara masyarakat dan perusahaan. Wartawan tidak boleh langsung menulis bahwa perusahaan “menyerobot” lahan. Status tanah harus diperiksa, dokumen ditelusuri, masyarakat diwawancarai, dan pihak perusahaan diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi.

Begitu pula ketika muncul informasi mengenai dugaan tindak pidana atau penetapan tersangka. Pesan berantai bukan bukti. Wartawan harus menghubungi aparat penegak hukum dan mencari dokumen atau keterangan resmi.

“Jurnalis bukan hakim. Tugas wartawan adalah mencari fakta, bukan menjatuhkan vonis,” tegasnya.

Indra juga menilai kerja jurnalistik tidak boleh berhenti di ruang redaksi. Wartawan harus turun ke lapangan, melihat langsung kondisi masyarakat, memahami persoalan, dan membandingkan informasi dari berbagai sumber. Prinsip tersebut menjadi penting terutama dalam pemberitaan konflik sosial, lingkungan, karhutla, pelayanan publik maupun persoalan pembangunan.

Baca Juga :  Polemik Tanah PEPABRI di Panarung Viral, Nama Lurah Evi Kahayanti Terseret

Di era media digital, kecepatan memang menjadi tuntutan. Namun, menurut Indra, akurasi tetap harus berada di atas kecepatan.

Sebab satu berita yang salah dapat menyebar jauh lebih cepat daripada berita koreksi.

“Lebih baik terlambat beberapa menit karena melakukan konfirmasi daripada menjadi media pertama yang justru menyebarkan informasi keliru,” ujarnya.

Bagi Indra, profesionalisme wartawan juga terlihat ketika media berani memberikan ruang kepada semua pihak, tidak memelintir pernyataan, tidak mengubah dugaan menjadi fakta, serta bersedia melakukan koreksi apabila terjadi kesalahan.

Pada akhirnya, menjadi jurnalis bukan tentang siapa yang paling cepat menerbitkan berita, tetapi siapa yang mampu menjaga kepercayaan publik melalui fakta.

Cepat boleh. Tajam harus. Tetapi akurasi dan integritas tidak boleh ditawar.

Itulah prinsip yang terus dipelajari Indra Gunawan dalam menjalankan tugasnya sebagai Pimpinan Redaksi Kaltengnews.id.

Redaksi Utama