Serang Pribadi Gubernur di Medsos, Yansen Binti Ingatkan Etika dan Kesantunan

Serang Pribadi Gubernur di Medsos, Yansen Binti Ingatkan Etika dan Kesantunan
Gambar: Drs. Yansen Alison Binti, BA

PALANGKA RAYA, Kaltengnews.id – Tokoh Adat Dayak sekaligus Ketua DPN Gerakan Pemuda Dayak (GERDAYAK) Indonesia, Drs. Yansen Alison Binti, BA, mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga etika dalam menyampaikan kritik maupun pendapat di media sosial, khususnya terkait pejabat publik.

Pernyataan tersebut disampaikan Yansen menyikapi adanya konten di media sosial yang dinilai mengarah pada serangan pribadi terhadap Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran.

Yansen menegaskan, penyampaian aspirasi dan kritik merupakan bagian dari ruang demokrasi. Namun, kritik semestinya disampaikan terhadap kebijakan atau persoalan yang dipermasalahkan, bukan diarahkan kepada pribadi.

“Kami sangat menghormati penyampaian aspirasi, tetapi kami mengimbau janganlah sambil anarkis. Silakan menyampaikan aspirasi karena itu dilindungi oleh Undang-Undang,” ujar Yansen dalam pernyataannya terkait penyampaian aspirasi masyarakat.

Menurut Yansen, media sosial saat ini menjadi salah satu ruang masyarakat menyampaikan pendapat secara terbuka. Karena itu, setiap pengguna media sosial memiliki tanggung jawab untuk memperhatikan isi dan cara penyampaian informasi.

Perbedaan pendapat terhadap pemerintah maupun pejabat publik merupakan hal yang dapat terjadi dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak harus disampaikan melalui penghinaan, tuduhan tanpa dasar, maupun serangan terhadap kehidupan pribadi.

Baca Juga :  Tony H. Rihit Ucapkan Selamat atas Dilantiknya Pengurus KADIN Kalteng

Yansen mendorong agar kritik diarahkan pada substansi kebijakan, pelayanan publik dan kinerja pemerintahan, sehingga dapat menjadi masukan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sebagai tokoh adat Dayak, Yansen juga mengingatkan pentingnya mempertahankan nilai kesantunan dalam kehidupan masyarakat, termasuk ketika berkomunikasi melalui ruang digital.

Menurutnya, kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi tidak semestinya menghilangkan tata krama dalam berkomunikasi.

Nilai tersebut, kata Yansen, penting diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi persoalan personal.

Ia juga mengajak masyarakat Kalimantan Tengah untuk menjaga persatuan dan suasana kondusif di tengah berbagai perbedaan pandangan.

“Kritik boleh disampaikan, tetapi tetap menjaga etika, kesantunan dan penghormatan terhadap sesama,” menjadi pesan yang disampaikan Yansen dalam menyikapi dinamika komunikasi di ruang publik.

Bagi Yansen, kritik yang disampaikan berdasarkan fakta dan substansi memiliki ruang yang jelas dalam demokrasi. Sebaliknya, persoalan yang menyentuh ranah pribadi perlu disikapi secara proporsional dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kaltengnews.id | Aktual • Cepat • Terpercaya

Redaksi Utama