Data dan Anggaran Karhutla Barsel Dipertanyakan

Data dan Anggaran Karhutla Barsel Dipertanyakan

BUNTOK — Transparansi data titik api dan anggaran penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, menjadi sorotan di tengah meningkatnya kejadian kebakaran dan kabut asap.

Sejumlah informasi mengenai penanganan karhutla, termasuk data titik api dan penggunaan anggaran, disebut belum dapat diakses secara rinci oleh publik. Kondisi tersebut mendapat perhatian karena pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat bencana dan melakukan peliburan sekolah tingkat PAUD, SD hingga SMP.

Berdasarkan laporan BeritaKalteng.com, BPBD Barsel selaku leading sector penanganan bencana belum memberikan data jumlah titik api yang diminta awak media. Upaya konfirmasi dilakukan pada 19 dan 20 Agustus 2026, namun data tersebut belum diperoleh.

Sementara itu, Kepala BPKAD Barsel Ali Sadikin menjelaskan bahwa anggaran penanganan bencana bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan di lapangan.

“Anggaran untuk penanganan bencana fleksibel dan menyesuaikan kondisi dan waktu bencana,” kata Ali melalui pesan singkat kepada media.

Menurut Ali, pembiayaan penanganan bencana tidak hanya bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT). Anggaran dari perangkat daerah terkait maupun dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat juga dapat digunakan untuk mendukung penanganan bencana.

Baca Juga :  Jalur Sepeda Dicat Ulang, PUPR Kalteng Lanjutkan Penyempurnaan

“Kalau sekiranya aku cuma informasikan hanya dari anggaran tidak terduga (BTT) kurasa kurang komprehensif,” ujarnya.

Ali juga menyebutkan, pihaknya belum dapat menghitung secara keseluruhan anggaran yang telah digunakan untuk penanganan karhutla. Hal itu karena data dari sejumlah kecamatan masih dalam proses reviu Inspektorat.

“Sampai hari ini belum bisa dihitung, karena ini belum semua kecamatan masuk, baru beberapa kecamatan yang masuk, yang lainnya masih direview Inspektorat,” jelasnya.

Di sisi lain, kondisi karhutla di sejumlah wilayah Barsel dilaporkan terus berkembang. Kabut asap mulai menebal dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.

Situasi tersebut membuat keterbukaan informasi mengenai titik api, langkah penanganan serta sumber dan penggunaan anggaran menjadi penting agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan penanganan bencana secara jelas.

Terlebih, di lapangan penanganan karhutla melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Damkarmat hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat penjelasan lebih lanjut dari BPBD Barsel mengenai jumlah titik api yang menjadi dasar penanganan karhutla. Redaksi juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi BPBD maupun BPKAD Barsel terkait informasi tersebut.

Sumber: BeritaKalteng.com, 20 Agustus 2026.

Redaksi 2