BMKG Prediksi Gempa Susulan NTT Berlanjut hingga Akhir September

KUPANG, KALTENGNEWS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 3.002 gempa susulan terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Aktivitas gempa diperkirakan masih berpotensi berlangsung hingga akhir September 2026, meski kecenderungannya terus menurun.
Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengatakan, berdasarkan analisis sementara, laju gempa susulan diperkirakan dapat mencapai tingkat relatif rendah dalam beberapa pekan ke depan.
«“Laju gempa susulan dapat mencapai tingkat yang relatif rendah dalam tiga minggu sampai satu bulan ke depan, mungkin di akhir September 2026,” kata Nelly dalam konferensi pers, Rabu (19/8/2026).»
Namun, Nelly menegaskan prediksi tersebut tidak berarti gempa susulan akan sepenuhnya berhenti setelah September. BMKG akan terus melakukan pemantauan dan memperbarui data sesuai perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut.
Menurut dia, pola aktivitas gempa secara umum menunjukkan kecenderungan menurun. Meski demikian, dalam periode tertentu masih dapat terjadi peningkatan aktivitas.
«“Secara umum, dari grafik terlihat bahwa kecenderungannya menurun. Walaupun dalam beberapa periode dapat terjadi peningkatan aktivitas, secara keseluruhan gempa susulan ini akan menurun,” jelas Nelly.»
BMKG memperkirakan penurunan aktivitas gempa susulan akan semakin terlihat dalam rentang waktu sekitar 21 hingga 30 hari ke depan.
«“Hasil perhitungan sementara kami, kira-kira dalam waktu 21 sampai 30 hari ke depan gempa susulan akan segera menurun,” lanjutnya.»
BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi terkait perkembangan gempa dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pemantauan terhadap aktivitas kegempaan di NTT terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan lebih lanjut.
Sumber: detikNews, 19 Agustus 2026.






