Karhutla Palangka Raya Hanguskan Sarang Walet

PALANGKA RAYA, Kaltengnews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya semakin mengancam kawasan yang berdekatan dengan aktivitas masyarakat. Sebuah bangunan sarang burung walet dilaporkan terbakar saat karhutla melanda kawasan Jalan Hiu Putih Lanjutan, Palangka Raya, Selasa (18/8/2026).
Kobaran api disertai kepulan asap tebal terlihat di sekitar bangunan. Peristiwa tersebut menjadi gambaran bahwa dampak karhutla tidak lagi hanya mengenai lahan kosong, tetapi mulai mengancam bangunan dan aset ekonomi milik masyarakat.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Palangka Raya turut melakukan penanganan di Jalan Hiu Putih Lanjutan. Melalui akun resminya, BPBD menyebut petugas juga melakukan evakuasi terhadap warga yang berada di kawasan kebakaran.
“TRC BPBD Kota Palangka Raya melakukan pemadaman hutan dan lahan sekaligus evakuasi warga terjebak kebakaran hutan,” demikian keterangan BPBD Kota Palangka Raya.
Namun, jumlah, identitas dan kondisi warga yang dievakuasi belum dirinci dalam keterangan resmi tersebut. Sebelumnya beredar informasi mengenai empat warga yang disebut terjebak di area kebakaran, tetapi laporan itu belum disertai konfirmasi resmi mengenai identitas maupun kondisi mereka.
17 Kejadian Karhutla dalam Sehari
Pada Selasa (18/8/2026), BPBD Kota Palangka Raya mencatat 17 kejadian karhutla di sejumlah lokasi. Total luasan lahan terbakar dari titik-titik yang tercantum dalam laporan harian mencapai sekitar 9,83 hektare.
Lokasi penanganan antara lain berada di Jalan Bereng Bengkel, Jalan Pasir Panjang, Jalan Mahir Mahar VII, Jalan Petuk Katimpun, Jalan Tjilik Riwut Km 10,5, Jalan Hiu Putih Lanjutan, Jalan Yos Sudarso Ujung, Jalan Banteng Induk serta sejumlah kawasan lainnya. Beberapa lokasi dilaporkan masih membutuhkan pemadaman lanjutan dan pembasahan.
Salah satu kebakaran dengan luasan terbesar pada hari tersebut berada di kawasan Jalan Mahir Mahar dekat Jalan Siti Bakar, Kelurahan Kereng Bangkirai, dengan luas sekitar 7,23 hektare.
Petugas juga melakukan pemadaman di kawasan belakang Taman Bunga hingga sekitar Gedung Merah Putih Universitas Palangka Raya (UPR) guna mencegah api menjalar ke area lainnya. Dalam operasi tersebut, seekor ular yang ditemukan dalam kondisi lemah turut dievakuasi untuk kemudian diserahkan kepada BKSDA.
274 Kejadian Sejak Awal Juni
Secara kumulatif, sejak 1 Juni hingga 18 Agustus 2026, tercatat 274 kejadian karhutla di Kota Palangka Raya dengan total luas lahan terbakar mencapai 251,48 hektare.
Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 176 kejadian, disusul Sebangau 66 kejadian, Pahandut 24 kejadian dan Bukit Batu delapan kejadian. Rakumpit tercatat belum memiliki kejadian dalam data tersebut.
Penanganan karhutla melibatkan unsur BPBD Kota Palangka Raya, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas Kehutanan, pemadam kebakaran, Manggala Agni, kepolisian, TNI, Satpol PP serta sejumlah kelompok pemadam dan relawan masyarakat. Upaya yang dilakukan meliputi patroli, pemadaman, pembasahan hingga koordinasi antarlembaga.
Masyarakat, khususnya yang berada di sekitar kawasan rawan karhutla, diminta meningkatkan kewaspadaan. Apabila menemukan titik api atau kepulan asap di sekitar lahan maupun permukiman, warga diimbau segera melaporkannya kepada petugas agar kebakaran dapat ditangani sebelum meluas.
Sumber informasi: BPBD Kota Palangka Raya/Cyrustimes
Editor: Kaltengnews.id






