BBM Langka di Lamandau, Antrean Mengular di SPBU

BBM Langka di Lamandau, Antrean Mengular di SPBU

LAMANDAU, KALTENGNEWS.ID – Masyarakat di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, kembali mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Dalam beberapa hari terakhir, jenis Pertalite dan Pertamax disebut sulit diperoleh di sejumlah titik, sementara antrean kendaraan terlihat memanjang di sekitar stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas masyarakat yang membutuhkan BBM untuk kendaraan maupun menunjang kegiatan sehari-hari. Di sejumlah kesempatan, warga mengaku harus menunggu cukup lama, bahkan mendapati stok BBM di SPBU sudah kosong.

Seorang warga mempertanyakan penyebab persoalan tersebut terus berulang, terutama apabila pasokan BBM untuk wilayah Lamandau disebut masih dalam kondisi aman.

“Jika hanya persoalan distribusi, mengapa kondisi ini terus berulang? Jika pasokan disebut aman, mengapa masyarakat masih kesulitan mendapatkan BBM di SPBU?” ujar seorang warga dalam penyampaian yang diterima, Selasa (11/8/2026).

Keluhan semakin menguat karena di tengah sulitnya mendapatkan BBM di SPBU, masyarakat menyebut bahan bakar masih dapat ditemukan di tingkat pengecer dengan harga yang lebih tinggi.

Baca Juga :  MUD Soroti Karhutla Kotim, Robi Yansah Ajak Warga Jaga Hutan

Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai pola distribusi BBM, termasuk bagaimana pasokan dari jalur resmi akhirnya sampai kepada konsumen.

“Di tengah kelangkaan, BBM justru muncul di tingkat pengecer dengan harga lebih tinggi. Lalu ke mana sebenarnya pasokan BBM Lamandau mengalir? Masyarakat menunggu jawaban,” lanjutnya.

Warga berharap pihak terkait, termasuk pengelola SPBU dan instansi yang menangani distribusi BBM, dapat memberikan penjelasan terbuka mengenai kondisi pasokan serta langkah yang dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Selain itu, pengawasan terhadap distribusi BBM dinilai perlu diperkuat apabila ditemukan indikasi penyaluran yang tidak sesuai ketentuan. Langkah tersebut penting agar BBM yang diperuntukkan bagi masyarakat dapat tersalurkan tepat sasaran dan tidak menimbulkan antrean berkepanjangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Pertamina maupun instansi terkait mengenai penyebab sulitnya memperoleh Pertalite dan Pertamax di sejumlah titik di Kabupaten Lamandau.

Editor: Kaltengnews.id

Redaksi 2