PLN Kebut Pemulihan Pembangkit, Keandalan Listrik Kalselteng Jadi Prioritas

PALANGKA RAYA – PT PLN (Persero) terus mengintensifkan percepatan pemulihan sejumlah unit pembangkit pada Sistem Interkoneksi Kalimantan yang mengalami gangguan guna memastikan pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) tetap andal dan stabil. Langkah tersebut dilakukan melalui pengerahan personel terbaik serta penguatan koordinasi teknis bersama pengelola pembangkit dan seluruh pemangku kepentingan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalselteng, Iwan Soelistijono, menegaskan bahwa seluruh sumber daya saat ini difokuskan untuk mempercepat proses pemulihan agar layanan kelistrikan kepada masyarakat dapat kembali normal dalam waktu sesingkat mungkin.
“Bersama pengelola pembangkit dan seluruh pemangku kepentingan, PLN mengerahkan personel terbaik serta memperkuat koordinasi teknis agar pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dapat segera kembali optimal,” ujar Iwan Soelistijono dalam keterangan tertulis, Selasa.
Menurutnya, gangguan terjadi pada generator PLTU Asam-Asam serta kebocoran pipa boiler dan turbin pada dua unit pembangkit Independent Power Producer (IPP). Kondisi tersebut mengurangi kemampuan pasok sistem sehingga berdampak pada terbatasnya suplai listrik di sejumlah wilayah Kalselteng.
PLN, lanjut Iwan, kini memprioritaskan percepatan pekerjaan pada seluruh unit pembangkit yang mengalami gangguan dengan tetap mengedepankan standar keselamatan kerja dan kualitas perbaikan.
“Saat ini seluruh tim bekerja tanpa henti bersama pengelola pembangkit untuk mempercepat proses perbaikan di setiap unit yang mengalami gangguan. Kami terus melakukan koordinasi secara intensif agar setiap tahapan pekerjaan dapat diselesaikan secepat mungkin dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kualitas,” katanya.
Ia optimistis proses pemulihan berjalan sesuai target sehingga kondisi sistem kelistrikan Kalselteng akan berangsur membaik dalam waktu dekat.
“Dengan progres yang ada saat ini, kami menargetkan kondisi sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mulai berangsur pulih pada minggu pertama Agustus 2026, seiring unit-unit pembangkit kembali beroperasi secara bertahap setelah seluruh tahapan pengujian dinyatakan aman,” ujar Iwan.
Selama proses pemulihan berlangsung, PLN tetap menerapkan pengaturan beban secara terbatas dan terukur di wilayah tertentu guna menjaga stabilitas Sistem Interkoneksi Kalimantan. Masyarakat juga diimbau menggunakan listrik secara bijak, terutama pada pukul 18.00–21.00 WITA, dengan mematikan peralatan yang tidak digunakan serta memanfaatkan perangkat hemat energi.
Menutup keterangannya, Iwan menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas dukungan selama proses pemulihan berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan pengertian seluruh pelanggan. Partisipasi masyarakat dalam menggunakan listrik secara efisien akan membantu menjaga keseimbangan sistem selama proses pemulihan berlangsung. PLN berkomitmen mengerahkan seluruh sumber daya terbaik agar pasokan listrik dapat segera kembali normal,” tutupnya.
Redaksi
Sumber: ANTARA/PLN UID Kalselteng.






