Kinerja Sawit Melesat, Produksi dan Ekspor Indonesia Tumbuh Positif pada Semester I 2026

Kinerja Sawit Melesat, Produksi dan Ekspor Indonesia Tumbuh Positif pada Semester I 2026

PALANGKA RAYA – Industri kelapa sawit nasional menunjukkan kinerja yang menggembirakan sepanjang semester pertama tahun 2026. Berdasarkan Siaran Pers Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Pusat tertanggal 14 Juli 2026, produksi, konsumsi domestik, hingga ekspor minyak sawit Indonesia mengalami pertumbuhan positif dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Data GAPKI mencatat, selama periode Januari–Mei 2026, total produksi kelapa sawit Indonesia mencapai 25,013 juta ton, meningkat 10,68 persen dibandingkan periode Januari–Mei 2025 yang tercatat sebesar 22,600 juta ton.

Di sisi konsumsi dalam negeri, serapan minyak sawit mencapai 10,743 juta ton, atau tumbuh 5,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 10,200 juta ton.

Pertumbuhan juga tercermin pada sektor ekspor. Selama lima bulan pertama tahun ini, volume ekspor minyak sawit Indonesia mencapai 13,320 juta ton, meningkat 10,26 persen dibandingkan Januari–Mei 2025 yang sebesar 12,080 juta ton.

Tak hanya dari sisi volume, nilai ekspor juga mengalami kenaikan signifikan. GAPKI mencatat nilai ekspor kelapa sawit Indonesia pada Januari–Mei 2026 mencapai US$15,526 miliar, atau naik 13,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$13,41 miliar.

Kenaikan tersebut turut didukung oleh membaiknya harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di pasar internasional. Rata-rata harga CPO di Rotterdam selama Januari–Mei 2026 tercatat US$1.417 per ton, lebih tinggi dibandingkan rata-rata periode yang sama tahun 2025 yang berada di level US$1.186 per ton.

Baca Juga :  Kalteng Diselimuti Asap, Puluhan Ribu Warga Terserang ISPA

Sekretaris Eksekutif GAPKI Kalimantan Tengah, Dr. Ir. Rawing Rambang, MP, mengatakan tren positif tersebut menjadi indikator bahwa industri kelapa sawit nasional masih memiliki prospek yang kuat hingga akhir tahun.

“Kita berharap kinerja kelapa sawit ini sampai akhir semester kedua tahun 2026 akan terus menunjukkan tren positif. Dengan demikian, sektor kelapa sawit tetap menjadi penyumbang devisa negara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya mengutip data Siaran Pers GAPKI Pusat.

Menurutnya, keberlanjutan pertumbuhan industri sawit tidak hanya memberikan dampak terhadap penerimaan devisa negara, tetapi juga mendukung sektor industri hilir, penyerapan tenaga kerja, peningkatan investasi, hingga memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia.

Kinerja positif pada awal tahun 2026 ini diharapkan dapat terus terjaga melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk menjaga keberlanjutan industri sawit yang berdaya saing tinggi di pasar global.

Sumber: Siaran Pers GAPKI Pusat, 14 Juli 2026. Keterangan disampaikan melalui Sekretaris Eksekutif GAPKI Kalimantan Tengah, Dr. Ir. Rawing Rambang, MP.

Admin

Tinggalkan Balasan