Harga BBM Melonjak, Pertamax Naik hingga Rp3.950 per Liter

Harga BBM Melonjak, Pertamax Naik hingga Rp3.950 per Liter

JAKARTA, Kaltengnews.id – Masyarakat pengguna bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi kembali harus merogoh kocek lebih dalam setelah PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga sejumlah produk BBM. Kenaikan tersebut berlaku secara nasional dan mulai diterapkan pada Juni 2026. Besaran kenaikan tertinggi tercatat mencapai Rp3.950 per liter untuk jenis Pertamax di sejumlah wilayah.

Berdasarkan informasi resmi yang dihimpun, harga Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sejumlah daerah lainnya. Sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Di wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur, harga Pertamax kini berada pada level Rp16.650 per liter. Sedangkan Pertamax Turbo dipatok Rp21.200 per liter, Dexlite Rp23.500 per liter, dan Pertamina Dex Rp25.350 per liter. Adapun BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi tidak mengalami perubahan harga, masing-masing tetap Rp10.000 per liter dan Rp6.800 per liter.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan berdasarkan evaluasi berkala yang mengacu pada formula harga yang ditetapkan pemerintah serta mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia dan nilai keekonomian pasar.

“Penyesuaian harga jual ini tetap berkoordinasi dengan pemerintah sebagai regulator. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan optimalisasi distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat,” ujar Roberth dalam keterangan resminya.

Menurut Pertamina, penyesuaian harga tersebut juga dipengaruhi dinamika pasar energi global yang dalam beberapa pekan terakhir mengalami fluktuasi akibat kondisi geopolitik internasional. Meski demikian, perusahaan memastikan stok dan distribusi BBM di seluruh jaringan SPBU tetap aman dan tersedia bagi masyarakat.

“Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di seluruh jaringan SPBU Pertamina,” tambah Roberth.

Kenaikan harga BBM non-subsidi ini diperkirakan akan berdampak pada biaya transportasi dan distribusi barang di sejumlah daerah. Meski demikian, pemerintah masih mempertahankan harga BBM subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.

Baca Juga :  Energetic youths for future business

Masyarakat diimbau untuk memantau perkembangan harga BBM melalui kanal resmi Pertamina maupun aplikasi MyPertamina guna memperoleh informasi terbaru terkait harga dan ketersediaan produk di masing-masing daerah.

**(Redaksi Kaltengnews.id)**

Admin

Tinggalkan Balasan