Perajin Mandau di Pelosok Kotim Bertahan Jaga Marwah Budaya Dayak

KOTAWARINGIN TIMUR – Di tengah arus modernisasi dan masuknya produk-produk pabrikan, sejumlah perajin mandau tradisional di pelosok Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, masih bertahan menjaga warisan budaya leluhur Dayak.
Mandau bukan sekadar senjata tradisional. Bagi masyarakat Dayak, mandau memiliki nilai historis, filosofi, dan identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Karena itu, keberadaan para perajin mandau dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian budaya lokal agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Di sejumlah wilayah pedalaman Kotim, para perajin masih mempertahankan proses pembuatan mandau secara tradisional. Mulai dari pengolahan bahan, pembentukan bilah, ukiran khas Dayak hingga penyelesaian sarung dan hiasan mandau dilakukan dengan keterampilan yang diwariskan dari generasi sebelumnya.
Meski demikian, para perajin menghadapi berbagai tantangan. Selain keterbatasan bahan baku dan biaya produksi yang terus meningkat, minat generasi muda untuk menekuni profesi sebagai perajin mandau juga dinilai semakin berkurang.
Kondisi tersebut menjadi kekhawatiran tersendiri bagi keberlangsungan warisan budaya Dayak di masa mendatang.
Sejumlah pelaku budaya menilai bahwa pelestarian kerajinan mandau tidak hanya menjadi tanggung jawab para perajin, tetapi juga memerlukan dukungan pemerintah, lembaga adat, serta masyarakat luas.
Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pembinaan, promosi budaya, pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, hingga pendidikan budaya kepada generasi muda.
Mandau selama ini telah menjadi salah satu simbol kebanggaan masyarakat Dayak. Nilai budaya yang terkandung di dalamnya juga menjadi bagian dari identitas Kalimantan yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebelumnya juga mengingatkan pentingnya menjaga marwah mandau sebagai benda pusaka dan simbol budaya Dayak.
Mandau dinilai lebih tepat ditempatkan sebagai warisan budaya yang dihormati serta digunakan dalam kegiatan adat dan kebudayaan.
Di tengah perubahan zaman yang terus berlangsung, ketekunan para perajin mandau di pelosok Kotim menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak hanya berbicara tentang menjaga benda warisan, tetapi juga mempertahankan nilai, identitas, dan jati diri masyarakat Dayak yang telah hidup selama ratusan tahun.
(Redaksi Kaltengnews.id)






