Harga TBS Sawit Plasma Kalteng Periode II Mei 2026 Turun Rp255,97 per Kilogram

Harga TBS Sawit Plasma Kalteng Periode II Mei 2026 Turun Rp255,97 per Kilogram

PALANGKA RAYA – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mitra plasma di Provinsi Kalimantan Tengah untuk periode II Mei 2026 atau 16–31 Mei 2026 mengalami penurunan. Tim Penetapan Harga TBS Sawit Provinsi Kalimantan Tengah menetapkan harga TBS sawit usia tanaman 10 hingga 20 tahun turun sebesar Rp255,97 per kilogram menjadi Rp3.493,43 per kilogram.

Penetapan tersebut merupakan hasil rapat tim yang melibatkan unsur pemerintah, perusahaan perkebunan, dan perwakilan pekebun dalam menentukan harga TBS kemitraan plasma di daerah tersebut. Harga yang ditetapkan menjadi acuan bagi perusahaan dan petani plasma dalam transaksi pembelian hasil panen selama periode berjalan.

Selain kelompok umur tanaman 10–20 tahun, harga TBS untuk berbagai kelompok umur lainnya juga ditetapkan berbeda. Untuk tanaman berusia tiga tahun ditetapkan sebesar Rp2.847,42 per kilogram, usia empat tahun Rp2.959,50 per kilogram, usia lima tahun Rp3.100,66 per kilogram, usia enam tahun Rp3.219,90 per kilogram, usia tujuh tahun Rp3.238,05 per kilogram, usia delapan tahun Rp3.304,46 per kilogram, dan usia sembilan tahun Rp3.380,11 per kilogram.

Sementara itu, harga TBS sawit untuk tanaman usia 21 tahun ditetapkan Rp3.443,94 per kilogram, usia 22 tahun Rp3.354,34 per kilogram, usia 23 tahun Rp3.257,23 per kilogram, usia 24 tahun Rp3.170,32 per kilogram, dan usia 25 tahun sebesar Rp3.118,44 per kilogram.

Dalam penetapan periode ini, harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) tercatat sebesar Rp14.106,17 per kilogram. Adapun harga inti sawit (kernel) ditetapkan Rp13.768,50 per kilogram dengan indeks K sebesar 92,05 persen. Nilai tersebut menjadi komponen utama dalam perhitungan harga TBS yang diterima petani plasma.

Baca Juga :  Disbun Kalteng Tegaskan Stabilitas Harga TBS Sawit

Penurunan harga TBS pada periode II Mei 2026 menjadi salah satu koreksi terbesar dalam beberapa periode terakhir. Sebelumnya, pada periode I Mei 2026, harga TBS sawit plasma usia 10–20 tahun juga mengalami penurunan sebesar Rp33,75 per kilogram menjadi Rp3.749,40 per kilogram.

Fluktuasi harga TBS umumnya dipengaruhi oleh perkembangan harga CPO dan kernel di pasar domestik maupun internasional. Perubahan permintaan pasar, kondisi ekspor, serta dinamika perdagangan komoditas sawit global turut berpengaruh terhadap pembentukan harga yang diterima petani.

Bagi petani plasma, perubahan harga TBS memiliki dampak langsung terhadap pendapatan usaha perkebunan. Karena itu, penetapan harga secara berkala oleh tim provinsi menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga transparansi dan memberikan kepastian harga dalam kemitraan antara perusahaan dan pekebun.

Rapat berikutnya untuk menetapkan harga TBS sawit plasma periode I Juni 2026 dijadwalkan berlangsung pada 18 Juni 2026 di Palangka Raya. Hasil rapat tersebut akan menentukan harga TBS yang berlaku pada periode selanjutnya sesuai perkembangan harga CPO, kernel, dan indikator pasar lainnya.

 

Redaksi Kaltengnews.id

Admin

Tinggalkan Balasan