Warga Buhut Jaya Tempuh 10 Km Cari Air, Pemprov Kalteng Turun Tangan!

Warga Buhut Jaya Tempuh 10 Km Cari Air, Pemprov Kalteng Turun Tangan!

KALTENGNEWS.ID, KAPUAS – Persoalan krisis air bersih yang dialami warga Desa Buhut Jaya, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Sebelumnya, warga setempat dilaporkan harus menempuh jarak sekitar 10 kilometer untuk mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang yang menyebabkan sumber air di sekitar permukiman semakin terbatas.

Merespons kondisi tersebut, Pemprov Kalteng melalui Sigit Widodo menyatakan akan segera menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Desa Buhut Jaya.

Hal tersebut disampaikan Sigit kepada Kaltengnews.id melalui sambungan telepon, Selasa sore (15/9/2026).

“Besok selambat-lambatnya air bersih akan disampaikan kepada warga setempat,” ujar Sigit.

Sigit mengatakan, pihaknya menyikapi serius kondisi masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya terjadi di Desa Buhut Jaya, tetapi juga dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah yang terdampak kemarau panjang.

Ia mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Namun, di sisi lain, penanganan di lapangan juga menghadapi keterbatasan personel karena kebutuhan bantuan air bersih terjadi di beberapa daerah secara bersamaan.

Meski demikian, Pemprov Kalteng memastikan akan berupaya maksimal agar kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, dapat segera terpenuhi.

Sementara itu, pihak perusahaan yang berada di sekitar Desa Buhut Jaya juga menyampaikan adanya keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan bantuan air bersih masyarakat.

Di wilayah tersebut sebelumnya telah dibangun DAM yang disebut menelan anggaran hampir Rp6 miliar lebih, dengan harapan dapat membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat setempat.

Baca Juga :  Eko Ponco dan M. Arifin, “Dua Naga” FERADI WPI yang Aktif Kawal Perkara Hukum

Namun, kondisi kemarau panjang membuat fungsi DAM tersebut saat ini belum berjalan maksimal.

Kondisi ini menjadi persoalan tersendiri bagi masyarakat. Infrastruktur yang dibangun sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan air belum sepenuhnya mampu menjadi solusi ketika kondisi kemarau berkepanjangan terjadi.

Karena itu, selain bantuan darurat berupa distribusi air bersih, masyarakat juga membutuhkan solusi yang lebih berkelanjutan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi ketika musim kemarau melanda.

Di tengah kondisi tersebut, tokoh masyarakat Desa Buhut bersama mantir adat masih menunggu realisasi bantuan air bersih, baik dari pemerintah maupun pihak perusahaan.

Masyarakat berharap bantuan yang telah disampaikan Pemprov Kalteng dapat segera tiba dan didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.

Bagi warga, persoalan ini bukan sekadar kesulitan memperoleh air, tetapi menyangkut kebutuhan dasar sehari-hari.

Kini perhatian masyarakat tertuju pada realisasi janji bantuan tersebut. Jika sesuai pernyataan Pemprov Kalteng, distribusi air bersih diharapkan sudah dapat diterima warga paling lambat Rabu (16/9/2026).

Persoalan Buhut Jaya sekaligus menjadi pengingat bahwa ketersediaan air bersih di tengah kemarau panjang membutuhkan penanganan cepat, koordinasi lintas pihak, serta solusi jangka panjang yang benar-benar dapat dirasakan masyarakat.

Kaltengnews.id | Cepat, Akurat dan Terpercaya

Redaksi Utama