Adang Bahrowi, “Naga” FERADI WPI dari Jawa Barat

Karawang, Jawa Barat – Ketua DPD FERADI WPI Provinsi Jawa Barat, H. Adang Bahrowi Sudirman, S.H., C.PFW., CH., CHT., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., disebut sebagai salah satu figur penting dalam penguatan organisasi dan perjuangan hukum FERADI WPI di tingkat daerah maupun nasional.
Selain memimpin DPD FERADI WPI Provinsi Jawa Barat, Adang juga dipercaya mengemban posisi sebagai Wakil Ketua Umum DPP FERADI WPI. Kiprahnya membuat dirinya mendapat julukan “The Dragon of FERADI WPI from West Java” atau “Naga FERADI WPI dari Jawa Barat”.
Adv. Donny Andretti menilai Adang merupakan salah satu sosok yang memiliki peran strategis dalam organisasi.
“Ketua DPD FERADI WPI Provinsi Jawa Barat, H. Adang Bahrowi, merupakan salah satu soko guru hukum dan pilar organisasi FERADI WPI. Selain sebagai Ketua Provinsi, beliau juga menjabat sebagai salah satu Wakil Ketua Umum DPP FERADI WPI,” ujar Donny.
Menurutnya, aktivitas Adang dalam bidang hukum tidak terbatas pada wilayah Jawa Barat. Ia disebut terlibat dalam berbagai penanganan perkara dan persoalan hukum di sejumlah daerah.
Pengalaman tersebut mencakup perkara narkoba, dugaan kriminalisasi, sengketa bisnis, sengketa penguasaan lahan, perkara waris hingga perselisihan ketenagakerjaan. Dalam menjalankan tugasnya, Adang mengedepankan strategi hukum, ketegasan, serta pendampingan terhadap pihak yang membutuhkan bantuan hukum.
“Beliau memiliki sikap tegas, tetapi tetap peduli. Itu yang menjadi salah satu keteladanan bagi anggota lainnya,” kata seorang rekan sejawat.
Adang sendiri menyebut kemampuan dalam menangani perkara hukum merupakan bagian dari proses pembelajaran dan pembinaan yang diterimanya di lingkungan FERADI WPI.
Ia memberikan apresiasi kepada Ketua Umum DPP FERADI WPI, Advokat Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., yang disebut turut memberikan pembinaan dan kepercayaan kepadanya.
“Saya berterima kasih karena digembleng langsung oleh Paketum Adv. Donny Andretti. Keberanian dan strategi yang saya terapkan adalah hasil pembelajaran dan kepercayaan dari pimpinan organisasi,” ungkap Adang.
Di tengah aktivitasnya, Adang juga menekankan pentingnya loyalitas terhadap organisasi. Prinsip tersebut ia sampaikan melalui semboyan:
“Bukan apa yang bisa organisasi berikan padaku, akan tetapi apa yang bisa aku persembahkan untuk memajukan organisasiku tercinta FERADI WPI.”
Prinsip itu, menurutnya, menjadi bagian dari komitmen untuk membangun solidaritas dan memperkuat keberadaan organisasi di berbagai daerah.
Kiprah Adang dalam organisasi tidak hanya terlihat melalui aktivitas di Jawa Barat. Ia juga disebut aktif melakukan kunjungan dan membangun komunikasi dengan sejumlah DPD dan DPC FERADI WPI di berbagai wilayah Indonesia.
Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jaringan, solidaritas antaranggota, sekaligus memperluas kontribusi organisasi dalam bidang hukum dan pendampingan masyarakat.
Dengan pengalaman organisasi dan aktivitas di bidang hukum tersebut, Adang terus menempatkan keadilan, kebenaran, integritas, dan solidaritas sebagai nilai yang harus dijaga dalam menjalankan tugas.
Julukan “The Dragon of FERADI WPI from West Java” pun menjadi gambaran karakter yang ingin ditonjolkan: tegas dalam menghadapi persoalan, berani mengambil sikap, namun tetap menjunjung profesionalitas dan prinsip hukum.
Catatan Redaksi: Sebagai media yang netral, Kaltengnews.id membuka ruang hak jawab bagi semua pihak yang berkepentingan dengan pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.






