117 Santri Sidoarjo Kembali Dirawat, Diduga Belum Pulih dari Keracunan MBG

SIDOARJO — Sebanyak 117 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, kembali dilarikan ke rumah sakit setelah sebelumnya mendapat perawatan akibat diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan, para santri tersebut kembali mendapat penanganan medis karena masih mengalami keluhan kesehatan. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis (10/9/2026).
Kasus tersebut bermula setelah ratusan santri dan pelajar dari 19 sekolah di Kecamatan Tanggulangin mengalami gejala keracunan pada awal September. Mereka sebelumnya sempat menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit sebelum diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.
Namun, pada Selasa (8/9), sejumlah santri kembali dibawa ke rumah sakit dengan keluhan beragam, antara lain mual, pusing, lemas, diare, demam, hingga muntah.
Dari 117 santri yang kembali mendapat perawatan, sebanyak 110 orang telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik. Sementara itu, tujuh santri masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MA Manbaul Hikam, Labiburrahman, membenarkan adanya santri yang kembali dirawat. Menurutnya, mereka merupakan korban yang sebelumnya telah mengalami sakit, bukan kasus korban baru.
Ia menjelaskan, para santri tersebut masih dalam masa pemulihan ketika dikembalikan ke pondok pesantren. Kondisi kesehatan sebagian santri kemudian kembali menurun sehingga harus mendapatkan perawatan medis.
Sebelumnya, para korban sempat menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD RT Notopuro, RSI Siti Hajar, RS Purusa Candi, RS DKT, RS Arafah Anwar Medika, dan RS Rahman Rahim.
Kasus dugaan keracunan tersebut juga melibatkan pelajar dari 19 sekolah di kawasan Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin.
Dinkes Sidoarjo sebelumnya mencatat sedikitnya 748 orang mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi menu MBG. Sebanyak 20 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, sedangkan 728 lainnya telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.
Menu MBG yang dikonsumsi para korban antara lain nasi putih, orak-arik telur, tempe bumbu Bali, tumis buncis baby corn, serta buah apel. Menu tersebut diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin.
Kasus ini masih menjadi perhatian karena sebagian korban yang sebelumnya telah menjalani perawatan kembali mengalami gangguan kesehatan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemantauan terhadap proses pemulihan para korban serta penelusuran menyeluruh terhadap penyebab dugaan keracunan.
Sumber: CNN Indonesia






