Koperasi Sehati Pundu Siap Panen Perdana Replanting, Kemitraan Harmonis dengan PT BGA Jadi Kunci

KOTAWARINGIN TIMUR — Koperasi Produsen Sehati Pundu, Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, bersiap melaksanakan panen perdana tanaman kelapa sawit hasil program replanting tahap pertama seluas kurang lebih 500 hektare pada November 2026.
Panen perdana tersebut dijadwalkan berlangsung ketika tanaman memasuki usia sekitar 24 bulan sejak penanaman pada 2024.
Ketua Koperasi Produsen Sehati Pundu, A. Yurnalis Y. Sala, S.E., mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang peremajaan tanaman yang didukung pengelolaan kebun secara terencana serta hubungan kemitraan yang berjalan baik.
“Replanting tahap pertama kurang lebih 500 hektare. Alhamdulillah, akan dilakukan panen perdana pada bulan November 2026 dalam usia tanaman 24 bulan,” kata Yurnalis kepada media ini.
Menurut Yurnalis, keberhasilan pelaksanaan replanting di Koperasi Sehati Pundu tidak terlepas dari adanya kerja sama yang harmonis, terbuka dan transparan antara koperasi dengan PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Group selaku mitra dalam pengelolaan perkebunan.
Ia menilai hubungan kemitraan yang dibangun secara baik menjadi salah satu faktor penting dalam menjalankan program replanting, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, pemeliharaan tanaman hingga persiapan memasuki masa produksi.
“Keberhasilan replanting ini juga berkat kerja sama yang harmonis dan transparan dengan kemitraan PT BGA Group. Komunikasi dan koordinasi antara koperasi dengan pihak perusahaan berjalan dengan baik,” ujar Yurnalis.
Koperasi Produsen Sehati Pundu telah menjalin kemitraan dengan PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) sejak 2006 melalui pola manajemen tunggal atau single management.
Dalam perjalanan kemitraan tersebut, koperasi mengelola lahan plasma sekitar 2.000 hektare. Sementara program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) pada tahap pertama mencakup sekitar 499 hektare, yang secara operasional disebut kurang lebih 500 hektare.
Yurnalis mengatakan kemitraan yang telah berlangsung cukup panjang tersebut menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan antara koperasi dan perusahaan.
Menurutnya, keterbukaan dalam komunikasi dan transparansi dalam pelaksanaan program menjadi bagian penting untuk memastikan kepentingan anggota koperasi tetap berjalan seiring dengan target pengelolaan perkebunan.
“Kalau komunikasi dan kerja samanya baik, tentu pelaksanaan program di lapangan juga lebih mudah. Kami di koperasi terus berkoordinasi dengan mitra agar setiap tahapan dapat berjalan sesuai rencana,” katanya.
Program replanting dilakukan untuk mengganti tanaman sawit yang sebelumnya telah memasuki usia produktif yang menurun dengan tanaman baru yang diharapkan memiliki produktivitas lebih baik.
Untuk tahap pertama, tanaman ditanam pada 2024. Jika sesuai dengan jadwal yang disampaikan koperasi, pada November 2026 tanaman tersebut akan memasuki usia sekitar 24 bulan dan mulai dilakukan panen perdana.
Yurnalis mengatakan perkembangan tanaman selama masa pemeliharaan menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Keberhasilan tersebut, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh proses penanaman, tetapi juga pemilihan bahan tanam, pemeliharaan, pemupukan, pengawasan kebun serta pola pengelolaan yang dilakukan secara berkesinambungan
Salah satu faktor yang turut menjadi perhatian koperasi adalah pemilihan bahan tanam. Menurut Yurnalis, tanaman hasil replanting menggunakan bibit Socfindo yang memiliki standar sertifikasi.
Pemilihan bahan tanam tersebut diharapkan mampu mendukung produktivitas kebun dalam jangka panjang.
Yurnalis menyebut karakter tanaman yang pertumbuhan meningginya relatif lambat juga menjadi salah satu keunggulan yang diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam pengelolaan dan kegiatan panen.
Namun demikian, produktivitas tanaman tetap akan sangat bergantung pada pemeliharaan kebun, kesesuaian agronomi, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman serta tata kelola perkebunan secara keseluruhan.
Keberhasilan pelaksanaan replanting di Sehati Pundu juga mulai menarik perhatian koperasi dari daerah lain.
Yurnalis mengatakan Koperasi Produsen Sehati Pundu saat ini telah dijadikan salah satu proyek percontohan bagi koperasi lainnya yang ingin melihat secara langsung pelaksanaan replanting dan pengelolaan kebun plasma.
“Sekarang Koperasi Produsen Sehati Pundu sudah dijadikan proyek percontohan untuk koperasi-koperasi lainnya,” ujarnya.
Ia menyebut baru-baru ini terdapat empat koperasi yang melakukan studi banding. Satu koperasi berasal dari Provinsi Kalimantan Barat dan tiga koperasi lainnya berasal dari Kabupaten Kotawaringin Barat.
Studi banding tersebut menjadi sarana berbagi pengalaman mengenai pengelolaan koperasi, kemitraan perkebunan, replanting, pemeliharaan tanaman serta persiapan memasuki masa produksi
Koperasi Produsen Sehati Pundu memiliki sekitar 1.000 anggota. Karena itu, keberhasilan program replanting memiliki arti penting bagi keberlanjutan usaha perkebunan dan kesejahteraan anggota koperasi plasma.
Panen perdana pada November 2026 nantinya sekaligus menjadi evaluasi awal terhadap hasil replanting tahap pertama.
Bagi koperasi, keberhasilan tanaman baru bukan semata-mata ditentukan oleh cepatnya tanaman memasuki masa panen, tetapi juga bagaimana produktivitas tersebut dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
Yurnalis berharap keberhasilan yang dicapai Koperasi Sehati Pundu dapat menjadi contoh bagi masyarakat dan koperasi plasma lainnya.
“Harapannya, masyarakat yang tergabung dalam koperasi plasma kelapa sawit juga bisa berhasil seperti yang telah kami laksanakan saat ini,” katanya.
Menurut Yurnalis, pengalaman Koperasi Sehati Pundu menunjukkan bahwa program replanting membutuhkan sinergi antara koperasi, anggota dan perusahaan mitra.
Kerja sama yang harmonis dan transparan dengan PT BGA Group dinilai memberikan ruang bagi koperasi untuk menjalankan setiap tahapan program secara lebih terkoordinasi.
Dalam konteks tersebut, kemitraan tidak hanya dipandang sebagai hubungan antara koperasi dan perusahaan, tetapi juga sebagai mekanisme bersama untuk menjaga keberlanjutan kebun plasma dan meningkatkan kesejahteraan anggota.
Panen perdana sekitar 500 hektare pada November 2026 dengan usia tanaman sekitar 24 bulan kini menjadi momentum yang ditunggu Koperasi Produsen Sehati Pundu.
Keberhasilan panen tersebut nantinya akan menjadi gambaran awal produktivitas tanaman hasil replanting sekaligus menjadi bukti sejauh mana tata kelola kebun, kualitas bahan tanam dan kemitraan yang dibangun selama ini mampu memberikan manfaat bagi sekitar 1.000 anggota koperasi.






