Usai Kecelakaan Maut, Pemkot Percepat Perbaikan Jalan Lele

PALANGKA RAYA, Kaltengnews.id – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mempercepat penanganan ruas Jalan Lele yang hingga kini masih menyisakan segmen yang belum selesai dilebarkan dan diaspal.
Langkah percepatan tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat saat berkendara, terutama setelah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa di ruas jalan tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kota Palangka Raya, Fahrial Anchar, mengatakan pihaknya memberikan perhatian serius terhadap kondisi Jalan Lele yang masih menyisakan beberapa titik pekerjaan.
“Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat saat berkendara,” kata Fahrial di Palangka Raya, Selasa.
Menurut dia, percepatan penanganan dilakukan karena pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat menggunakan jalan dengan aman dan nyaman serta meminimalkan potensi bahaya bagi pengguna jalan.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat berkendara dengan aman dan nyaman. Oleh karena itu, penanganan pada ruas Jalan Lele menjadi salah satu perhatian kami agar potensi bahaya bagi pengguna jalan dapat diminimalkan,” ujarnya.
Fahrial menjelaskan, pada tahun 2024 Dinas PUPR telah melaksanakan pekerjaan peningkatan jalan di kawasan tersebut. Namun, masih terdapat sekitar 200 meter ruas jalan yang belum dapat diselesaikan, khususnya pada pekerjaan pelebaran jalan.
Ia mengungkapkan, penyelesaian pekerjaan belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena masih terdapat pekerjaan lain yang dikerjakan instansi terkait di kawasan tersebut.
“Masih ada sekitar 200 meter segmen jalan yang tersisa dan belum dapat diselesaikan pada tahun lalu. Setelah pekerjaan yang dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai selesai, maka kami merencanakan penyelesaian sisa pelebaran jalan tersebut pada tahun ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Fahrial mengakui bahwa lokasi kecelakaan berada pada titik yang belum sepenuhnya dilebarkan. Selain itu, masih terdapat perbedaan elevasi antara badan jalan dan bahu jalan yang berpotensi memengaruhi keselamatan pengguna jalan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah agar proses penyelesaian pekerjaan dapat segera dituntaskan sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat melintasi ruas Jalan Lele selama proses pengerjaan berlangsung.
“Kami berharap dukungan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keselamatan bersama. Semoga program peningkatan jalan dapat memberikan manfaat nyata bagi kenyamanan, keamanan, dan kelancaran mobilitas warga Kota Palangka Raya,” pungkasnya. (Red/ig)






