Tjilik Riwut, Putra Dayak yang Mengabdikan Hidup untuk Bangsa dan Kalimantan Tengah

Tjilik Riwut, Putra Dayak yang Mengabdikan Hidup untuk Bangsa dan Kalimantan Tengah

PALANGKA RAYA – Nama Tjilik Riwut tidak dapat dipisahkan dari sejarah Kalimantan Tengah dan perjalanan bangsa Indonesia. Tokoh kelahiran Kasongan, Kabupaten Katingan, pada 2 Februari 1918 itu dikenal sebagai pejuang kemerdekaan, tokoh masyarakat Dayak, jurnalis, sekaligus Gubernur Kalimantan Tengah yang memiliki peran besar dalam pembangunan daerah.

Sejak usia muda, Tjilik Riwut telah menunjukkan semangat perjuangan yang tinggi. Ia meninggalkan kampung halamannya untuk menempuh pendidikan di Pulau Jawa dan mulai aktif dalam dunia jurnalistik serta pergerakan nasional. Melalui berbagai aktivitasnya, ia turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan memperkuat posisi masyarakat Dayak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam masa perjuangan kemerdekaan, Tjilik Riwut terlibat dalam berbagai misi penting untuk mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia. Kiprahnya menjadikannya salah satu tokoh berpengaruh dalam perjuangan rakyat Kalimantan melawan kolonialisme.

Setelah Indonesia merdeka, Tjilik Riwut terus mengabdikan diri melalui berbagai jabatan pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Wedana Sampit, Bupati Kotawaringin, hingga dipercaya memimpin Kalimantan Tengah sebagai gubernur. Dalam masa kepemimpinannya, ia berperan dalam pengembangan wilayah serta mendukung penetapan Pahandut yang kemudian berkembang menjadi Kota Palangka Raya sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah.

Baca Juga :  Profil Prof Uras Tantulo Menguat Ditengah Pilrek UPR 2026-2030

Selain dikenal sebagai birokrat dan pejuang, Tjilik Riwut juga meninggalkan berbagai karya tulis yang mendokumentasikan sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat Dayak. Sejumlah bukunya hingga kini masih menjadi referensi penting untuk memahami Kalimantan dan kebudayaan Dayak.

Atas jasa dan pengabdiannya kepada bangsa, pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Tjilik Riwut. Namanya juga diabadikan sebagai nama bandar udara di Palangka Raya, yakni Bandara Tjilik Riwut, sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya bagi daerah dan negara.

Hingga saat ini, sosok Tjilik Riwut tetap dikenang sebagai figur yang memperjuangkan persatuan, pembangunan, dan kemajuan masyarakat Kalimantan Tengah. Semangat pengabdiannya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga nilai-nilai kebangsaan serta melestarikan budaya daerah di tengah perkembangan zaman.

Editor: Kaltengnews.id
Sumber Referensi: Ruangguru, arsip sejarah nasional, dan berbagai dokumen biografi Tjilik Riwut.

Admin