Anak Kepala Desa Diperiksa, Polda Kalteng Dalami Kasus Penyerangan Tewaskan Tiga Polisi

PALANGKA RAYA – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah terus mengembangkan penyidikan kasus penyerangan berdarah yang menewaskan tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan saat melakukan operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.
Dalam perkembangan terbaru, penyidik Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalteng memeriksa seorang pria yang diketahui merupakan anak seorang kepala desa. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendalami dugaan keterkaitannya dalam perkara tindak pidana narkotika yang diduga memiliki hubungan dengan rangkaian peristiwa penyerangan terhadap aparat kepolisian.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng, Kombes Pol. Adi Purnomo, menegaskan bahwa fokus pemeriksaan saat ini masih berkaitan dengan dugaan tindak pidana narkotika.
“Siap izin, sementara dalam kaitannya narkoba. Untuk hal lain yang mendalami dari Krimum,” ujar Adi saat dikonfirmasi, Senin (13/7/2026).
Adi mengungkapkan, orang yang diperiksa merupakan anak Kepala Desa Tumbang Marak. Meski demikian, penyidik belum membeberkan secara rinci peran maupun status hukum yang bersangkutan karena proses pemeriksaan masih berlangsung.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol. Budi Rachmat, mengatakan bahwa proses penyidikan tidak hanya berfokus pada para pelaku yang telah diamankan, tetapi juga terus mengembangkan keterlibatan pihak lain berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, tersangka, serta alat bukti yang berhasil dikumpulkan.
Menurutnya, penyidik masih melakukan rekonstruksi rangkaian peristiwa secara menyeluruh, mulai dari awal penyerangan hingga meninggalnya tiga anggota Polri.
“Masih proses penyelidikan dan masih ada beberapa pelaku yang belum tertangkap,” kata Budi.
Ia menambahkan, jumlah orang yang diduga terlibat masih sangat mungkin bertambah seiring berkembangnya hasil penyidikan.
“Dari rangkaian awal peristiwa sampai akhir peristiwa, orang-orang yang terlibat berdasarkan saksi, luka pada korban dan sebagainya yang harus dikonfrontasi menjadi suatu peristiwa pidana. Orangnya terus bertambah seiring pelaku yang sudah ditangkap,” jelasnya.
Polda Kalteng juga belum mengonfirmasi informasi yang beredar mengenai jumlah pasti orang yang telah diamankan. Penyidik masih melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap para terduga pelaku untuk mengungkap konstruksi perkara secara utuh.
Selain mendalami keterangan para saksi, tim penyidik juga melakukan pencocokan terhadap hasil autopsi korban, barang bukti di lokasi kejadian, serta hasil pemeriksaan forensik guna memastikan peran masing-masing pihak yang diduga terlibat.
Sejumlah orang yang diduga ikut serta dalam penyerangan maupun memiliki keterkaitan dengan jaringan narkotika hingga kini masih dalam pengejaran aparat.
Kasus ini menjadi salah satu peristiwa paling menyita perhatian publik di Kalimantan Tengah. Tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur saat menjalankan tugas dalam operasi penindakan terhadap dugaan peredaran narkotika di Desa Tumbang Kalemei.
Pengungkapan perkara tersebut kini ditangani secara serius oleh tim gabungan Polda Kalteng dengan dukungan sejumlah satuan fungsi untuk mengusut tuntas seluruh pelaku, termasuk kemungkinan adanya pihak yang berperan sebagai provokator, pelindung, maupun bagian dari jaringan narkotika.
Polda Kalteng menegaskan penyidikan akan terus dilakukan hingga seluruh pelaku yang terlibat berhasil ditangkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
(Redaksi | Sumber: Kompas.com)






