Video CCTV Viral, Dugaan Penganiayaan dengan Linggis di Salatiga Disorot

SALATIGA – Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan dugaan pengeroyokan menggunakan benda menyerupai linggis di area parkir Toko Benang Raja, Kota Salatiga, Jawa Tengah, beredar di masyarakat.
Peristiwa yang disebut terjadi pada 12 September 2026 tersebut memperlihatkan seorang pria yang disebut sebagai M. Sholeh Abdullah Ali R, anggota FERADI WPI, terjatuh setelah didatangi dua orang. Dalam rekaman yang beredar, terlihat adanya tindakan kekerasan terhadap korban menggunakan benda yang diduga linggis.
Akibat kejadian tersebut, Sholeh dilaporkan mengalami sejumlah luka dan menjalani perawatan medis di RSUD Salatiga. Foto kondisi korban saat mendapatkan perawatan juga beredar dan menjadi bagian dari informasi yang disampaikan pihak keluarga maupun rekan korban.
Panji, Pimpinan Umum Media Patroli86.com, membenarkan bahwa korban merupakan rekannya.
“Korban adalah sahabat saya bernama M. Sholeh Abdullah Ali R. Kami satu organisasi dan sesama pengurus DPP FERADI WPI. Saat ini Sholeh sedang dirawat dan menjalani operasi akibat pengeroyokan dengan linggis di RSUD Salatiga,” ujar Panji.
Panji juga mengaku mengenal salah satu orang yang disebut sebagai terduga pelaku. Namun, ia menegaskan bahwa proses hukum tetap harus berjalan berdasarkan bukti dan pemeriksaan aparat penegak hukum.
Sementara itu, Sholeh yang ditemui saat menjalani perawatan menyebut orang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut berinisial Y, yang menurut keterangannya juga dikenal dengan sejumlah nama panggilan.
“Terduga pelaku adalah Yanto, Petak atau Fujiyanto dan anaknya. Saya kenal,” ujar Sholeh.
Kasus tersebut mendapat perhatian dari FERADI WPI yang menyatakan akan memberikan pendampingan hukum kepada korban.
Agus Polenk, Ketua Tim Advokasi Kasus Sholeh dari FERADI WPI–Subur Jaya Lawfirm, mengatakan pihaknya akan mengawal proses hukum perkara tersebut.
“Kami akan kawal proses hukumnya,” kata Agus Polenk.
Pihak pendamping korban berharap aparat kepolisian melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap rekaman CCTV, keterangan saksi, kondisi korban, serta alat bukti lainnya untuk mengungkap rangkaian kejadian dan pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai status hukum para terduga pelaku maupun perkembangan penyelidikan perkara tersebut.
Redaksi Kaltengnews.id membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini. Penyebutan nama dan dugaan keterlibatan seseorang dalam berita ini tetap dalam konteks informasi berdasarkan keterangan pihak korban maupun saksi dan belum merupakan kesimpulan hukum sebelum adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.






