Empat Pembangkit Bermasalah, Warga Kotim Kembali Harus Bersiap Gelap

SAMPIT, KALTENGNEWS.ID – Warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, kembali harus bersiap menghadapi pemadaman listrik bergilir. Kondisi ini terjadi setelah sejumlah pembangkit yang memasok sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) mengalami gangguan.
Informasi mengenai pemadaman bergilir tersebut disampaikan PLN ULP Sampit melalui kanal resminya. Pengaturan pasokan mulai diberlakukan sejak Sabtu (12/9/2026) malam dengan sejumlah wilayah di Kotim masuk dalam jadwal penghentian sementara aliran listrik.
Pemadaman dilakukan secara bergiliran sebagai langkah pengaturan sistem akibat keterbatasan daya yang tersedia. Durasi pemadaman pada sejumlah wilayah dapat berlangsung hingga sekitar tiga jam.
Sejumlah kawasan di Sampit dan sekitarnya terdampak, termasuk wilayah Baamang, Mentawa Baru Ketapang, Mentaya Hilir Selatan, Parenggean serta beberapa kawasan permukiman dan desa lainnya.
Kondisi tersebut tentu kembali menjadi perhatian masyarakat. Pasalnya, pemadaman listrik bukan hanya berdampak terhadap aktivitas rumah tangga, tetapi juga berpotensi mengganggu pelayanan publik, kegiatan perdagangan, usaha kecil, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Empat Pembangkit Mengalami Gangguan
Senior Manajer Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID Kalselteng, Faharudin Fajar, menjelaskan terdapat empat pembangkit yang mengalami gangguan dan berdampak terhadap kemampuan pasokan listrik pada sistem Kalselteng.
Keempat pembangkit tersebut yakni PLTU Cahaya Fajar Kaltim di Kutai Kartanegara, PLTU Kaltim Prima Coal di Kutai Timur, PLTU Teluk Balikpapan serta PLTMG Bangkanai di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.
Menurut Faharudin, gangguan pada sejumlah pembangkit tersebut membuat kemampuan pasokan listrik belum optimal.
Kondisi itu memaksa PLN melakukan pengaturan sistem untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan listrik pelanggan dengan daya yang tersedia.
PLN juga terus mengoptimalkan seluruh sumber daya pembangkit yang masih tersedia serta berkoordinasi dengan pengelola pembangkit untuk mempercepat proses perbaikan.
Pembangkit yang mengalami gangguan ditargetkan dapat kembali beroperasi secara bertahap pada pekan ketiga hingga pekan keempat September 2026.
Warga Kembali Dibayangi Pemadaman
Kembalinya pemadaman bergilir menjadi persoalan yang tidak bisa dianggap sepele. Masyarakat membutuhkan kepastian pasokan listrik, terlebih listrik menjadi kebutuhan dasar yang menopang hampir seluruh aktivitas sehari-hari.
Bagi pelaku usaha, pemadaman juga dapat menimbulkan kerugian akibat terganggunya operasional. Demikian pula fasilitas pelayanan publik yang membutuhkan pasokan listrik secara berkelanjutan.
PLN menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi dan memastikan langkah pemulihan terus dilakukan.
Namun demikian, masyarakat tentu berharap gangguan tersebut dapat segera ditangani dan pemadaman bergilir tidak berlangsung berkepanjangan.
Persoalan keandalan pasokan listrik juga menjadi pekerjaan penting yang perlu mendapat perhatian serius. Sebab, ketika beberapa pembangkit mengalami gangguan secara bersamaan, dampaknya langsung dirasakan masyarakat di berbagai wilayah.
Kini, warga Kotim kembali menunggu kepastian: kapan pasokan listrik benar-benar kembali normal dan pemadaman bergilir dihentikan?
KALTENGNEWS.ID | Cepat, Akurat dan Terpercaya






