Rumah Tangga Dominasi Penyaluran Kredit di Kalteng, OJK: Stabilitas Sektor Keuangan Tetap Terjaga

PALANGKA RAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat sektor rumah tangga masih menjadi pengguna fasilitas kredit terbesar di wilayah setempat. Hingga posisi Mei 2026, total kredit yang disalurkan kepada sektor rumah tangga mencapai Rp21,61 triliun atau sekitar 39,30 persen dari keseluruhan penyaluran kredit perbankan di Kalimantan Tengah.
Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menjelaskan, tingginya penyaluran kredit kepada rumah tangga menunjukkan masih kuatnya aktivitas konsumsi masyarakat yang menjadi salah satu penggerak roda perekonomian daerah.
“Pada posisi Mei 2026, terdapat lima sektor ekonomi dengan penggunaan fasilitas kredit terbesar, dan rumah tangga menjadi sektor dengan nilai penyaluran tertinggi,” ujar Primandanu dalam keterangannya di Palangka Raya, Senin.
Setelah sektor rumah tangga, penyaluran kredit terbesar berikutnya mengalir ke sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan nilai Rp16,48 triliun atau 29,98 persen dari total kredit. Posisi selanjutnya ditempati sektor industri pengolahan sebesar Rp1,26 triliun atau 2,30 persen, diikuti aktivitas jasa lainnya sebesar Rp980 miliar atau 1,80 persen, serta sektor konstruksi sebesar Rp870 miliar atau 1,58 persen.
Berdasarkan jenis penggunaannya, OJK mencatat kredit konsumtif masih mendominasi dengan nilai Rp21,95 triliun atau 39,93 persen dari total kredit. Sementara itu, kredit modal kerja mencapai Rp19,25 triliun atau 35,01 persen, sedangkan kredit investasi tercatat sebesar Rp13,78 triliun atau 25,06 persen.
Dari sisi jenis usaha, penyaluran kredit bank umum di Kalimantan Tengah masih didominasi kelompok non-UMKM yang mencapai Rp36,48 triliun atau 66,35 persen dari total kredit. Adapun kredit untuk sektor mikro tercatat Rp9,30 triliun (16,91 persen), usaha kecil Rp5,83 triliun (10,61 persen), dan usaha menengah Rp3,37 triliun (6,13 persen).
Menurut Primandanu, capaian tersebut menunjukkan kondisi industri jasa keuangan di Kalimantan Tengah masih berada dalam kondisi yang sehat. Didukung indikator perbankan, pasar modal, dan sektor jasa keuangan lainnya, stabilitas sistem keuangan daerah pada Triwulan II Tahun 2026 tetap terjaga sehingga mampu menopang aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha.
Data OJK ini sekaligus menggambarkan bahwa kebutuhan pembiayaan masyarakat dan pelaku usaha di Kalimantan Tengah masih tumbuh positif. Ke depan, OJK berharap penyaluran kredit dapat terus berlangsung secara sehat, produktif, dan berkualitas sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.






