Figur Sekda Kalteng yang Memahami Huma Betang, Baru I. Sangkai Dinilai Punya Rekam Jejak Lengkap

Figur Sekda Kalteng yang Memahami Huma Betang, Baru I. Sangkai Dinilai Punya Rekam Jejak Lengkap

PALANGKA RAYA – Sosok Baru I. Sangkai, S.Pd., M.Si., menjadi salah satu figur yang mendapat perhatian dalam proses seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Tengah. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kalimantan Tengah itu dinilai memiliki kombinasi pengalaman birokrasi, kepemimpinan lapangan, serta pemahaman terhadap falsafah Huma Betang yang menjadi identitas masyarakat Kalimantan Tengah.

Pandangan tersebut disampaikan Ketua Perkumpulan Penyang Tambun Bungai Nusantara, Dr. Ari YH, yang menilai kebutuhan birokrasi Kalteng saat ini bukan hanya seorang administrator, tetapi pemimpin yang mampu menjaga stabilitas pemerintahan sekaligus merawat harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Menurut Ari, pengalaman panjang Baru I. Sangkai menjadi modal penting dalam menjalankan fungsi Sekda sebagai koordinator seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

“Kalteng membutuhkan jenderal birokrasi yang nyalinya teruji dan akar budayanya kuat. Kita tidak sedang mencari sekadar pegawai tinggi, tetapi seorang pemimpin. Pak Baru punya itu. Beliau bukan hanya memahami regulasi, tetapi juga menjadi perisai adat dan pemersatu umat. Jika berbicara objektivitas, jam terbang, dan legitimasi akar rumput, posisi beliau sangat sulit ditandingi,” ujar Dr. Ari YH.

Ari menjelaskan, rekam jejak birokrasi Baru I. Sangkai terbentuk melalui berbagai jenjang jabatan strategis, mulai dari tingkat kabupaten, kota hingga Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Ia juga pernah dipercaya mengemban amanah sebagai Penjabat (Pj) Bupati, pengalaman yang dinilai memberikan kemampuan dalam mengelola pemerintahan, menyelesaikan persoalan lintas sektor, serta menjaga stabilitas daerah.

Baca Juga :  Anak Kepala Desa Diperiksa, Polda Kalteng Dalami Kasus Penyerangan Tewaskan Tiga Polisi

Selain pengalaman birokrasi, Baru I. Sangkai juga dikenal aktif dalam organisasi kemasyarakatan adat sebagai Sekretaris Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (BATAMAD) Kalimantan Tengah. Keterlibatan tersebut dinilai memperkuat pemahamannya terhadap nilai-nilai Huma Betang yang mengedepankan kebersamaan, kesetaraan, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman.

Bagi Ari, falsafah Huma Betang bukan sekadar simbol budaya, melainkan prinsip yang harus tercermin dalam kepemimpinan birokrasi agar pembangunan berjalan selaras dengan karakter masyarakat Kalimantan Tengah.

“Huma Betang bukan hanya slogan, tetapi cara hidup yang mengajarkan persatuan dalam keberagaman. Pemimpin birokrasi harus mampu menerjemahkan nilai itu dalam pelayanan publik dan pembangunan daerah,” katanya.

Saat ini, Baru I. Sangkai masuk dalam tiga besar calon Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Farid Wajdi, AKS., M.Sw. dan dr. Linae Victoria Aden, M.M.Kes. Ketiganya telah dinyatakan memenuhi syarat oleh Panitia Seleksi untuk mengikuti tahapan akhir sesuai mekanisme yang berlaku.

Sebagai jabatan tertinggi dalam struktur aparatur sipil negara di tingkat provinsi, Sekda memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan pelaksanaan kebijakan gubernur, memastikan efektivitas birokrasi, serta mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Ari berharap proses penetapan Sekda dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kompetensi, integritas, pengalaman, dan kemampuan membangun sinergi antarlembaga.

“Siapa pun yang dipercaya nantinya harus mampu membawa birokrasi Kalimantan Tengah semakin profesional, adaptif, dan tetap berpijak pada nilai-nilai Huma Betang sebagai fondasi pembangunan daerah,” tutupnya.

Reporter: Indra Gunawan
Editor: Redaksi Kaltengnews.id

Admin